Hamas Siap Bebaskan Tawanan Pertama Berdasar Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

Sabtu, 18 Januari 2025 - 00:01 WIB
loading...
Hamas Siap Bebaskan...
Keluarga sandera Israel di Gaza berkumpul di depan Kementerian Pertahanan untuk menggelar demonstrasi menuntut gencatan senjata dan perjanjian pertukaran sandera di Gaza, pada 14 Januari 2025, di Tel Aviv, Israel. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Hamas diperkirakan akan membebaskan tawanan pertama berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Gaza pada hari Minggu (19/1/2025).

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Jumat (17/1/2025) menurut Reuters.

Jika berhasil, gencatan senjata akan menghentikan pemboman Israel di daerah kantong yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza yang sangat padat penduduknya.

Genosida oleh Israel menewaskan lebih dari 46.000 warga Palestina, dan menggusur sebagian besar penduduk daerah kantong kecil itu.

Kabinet Israel akan bertemu memberikan persetujuan akhir atas kesepakatan tersebut, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Jumat, menyusul kekhawatiran kesepakatan tersebut mungkin tertunda.

Di Gaza sendiri, pesawat tempur Israel terus melakukan serangan gencar, dan Dinas Darurat Sipil mengatakan 101 warga Palestina, termasuk 58 wanita dan anak-anak, telah tewas sejak kesepakatan tersebut diumumkan.

Dengan adanya perpecahan yang sudah berlangsung lama di antara para menteri, Israel menunda pertemuan yang seharusnya diadakan kemarin ketika kabinet diharapkan memberikan suara pada pakta tersebut, dan menyalahkan Hamas atas penundaan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
AS Sebut Iran Akan Buka...
AS Sebut Iran Akan Buka Selat Hormuz Tanpa Biaya Tol
Rekomendasi
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved