3 Hal Aneh dalam Kebakaran Los Angeles, Salah Satunya dari Omongan Trump

Jum'at, 17 Januari 2025 - 17:01 WIB
loading...
3 Hal Aneh dalam Kebakaran...
Petugas berupaya memadamkan api di California, AS. Foto/tasnim
A A A
WASHINGTON - Kebakaran Los Angeles baru-baru ini telah memicu kehebohan di dunia. Sebagian di antaranya mengungkap beberapa keanehan yang terjadi dalam insiden tersebut.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran dahsyat melanda wilayah Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS) sejak Selasa (7/1/2025) waktu setempat. Peristiwa mengerikan di sana telah menyebabkan kerugian besar dan kerusakan yang parah.

Terlepas dari itu, muncul sejumlah keanehan yang terjadi dalam kebakaran Los Angeles. Berikut ini beberapa di antaranya yang bisa diketahui.

Hal Aneh dalam Kebakaran Los Angeles

1. Perusahaan Asuransi Sempat Menghentikan Perlindungan Kebakaran


Berbagai spekulasi liar muncul setelah insiden kebakaran besar di Los Angeles. Di antaranya ada yang menyebut kebakaran itu sengaja direncanakan untuk menciptakan kota baru di sana.

Melihat potensi kebakaran yang memang disengaja, ada beberapa temuan baru yang mendukung teori tersebut.

Contohnya adalah keanehan soal perusahaan asuransi di sana yang membatalkan perlindungannya beberapa bulan yang lalu.

Mengutip EuroNews, ribuan pembaruan polis asuransi telah ditolak hanya dalam setahun terakhir di Pacific Palisades, lingkungan yang hampir setiap rumah di sana hancur akibat kebakaran baru-baru ini.

Salah satu contoh perusahaannya adalah State Farm yang disebutkan sudah membatalkan 1.600 polis asuransi di Palisades pada Juli 2024, dan lebih dari 2.000 lagi di wilayah Los Angeles (LA) lainnya.

Situasi yang sama juga dialami perusahaan asuransi besar lainnya di wilayah tersebut. Menurut data dari Departemen Asuransi California, antara tahun 2020 dan 2022, perusahaan asuransi menolak memperbarui 2,8 juta polis asuransi pemilik rumah di negara bagian tersebut dengan lebih dari setengah juta polis asuransi berada di Los Angeles County.

Hal tersebut memperkuat teori disengajanya kebakaran Los Angeles baru-baru ini. Demi menghindari tuntutan klaim asuransi yang besar karena kebakaran, mereka memilih membatalkan perlindungannya secara bertahap, tepat sebelum bencana terjadi.

2. Pasokan Air Macet selama Kebakaran


Di tengah berkobarnya api di Los Angeles, petugas di sana berjuang memadamkannya sekuat tenaga. Namun, usaha mereka disulitkan karena beberapa faktor, termasuk pasokan air yang rendah.

Mengutip Al Jazeera, upaya penyelamatan di Palisades terhambat oleh rendahnya tekanan pasokan air di daerah tinggi.

Dilaporkan, sebelumnya Los Angeles menerima pasokan air dari total 114 tangki yang semuanya telah terisi penuh sebelum kebakaran.

Namun, Janisse Quinones selaku kepala eksekutif Departemen Air dan Listrik Los Angeles mengatakan tangki air di Palisades telah habis sebelum semua api padam.

Nah, cadangan air yang terletak di dataran rendah membuat mereka sulit mengisi ulang tangki. Sementara untuk masalah hidran kebakaran, statusnya tidak cukup mumpuni untuk memadamkan api di ratusan rumah.

3. Kebakaran Terjadi setelah Trump Ancam Jadikan Timur Tengah Neraka


Selain teori akan dibangunkan kota baru di sisa-sisa Los Angeles, ada juga beberapa orang yang menghubungkan kebakaran di sana dengan ancaman Donald Trump sebelumnya untuk menjadikan Timur Tengah neraka.

Diketahui, Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah melontarkan pernyataan bernada ancaman dengan menyatakan “neraka” akan terjadi di Timur Tengah jika Hamas tidak membebaskan semua sandera Israel yang ditawan di Gaza sebelum dia dilantik pada 20 Januari.

Peringatan Trump itu diungkap pada Selasa (7/1/2025). Menariknya, di hari yang sama terjadi kebakaran dahsyat melanda Los Angeles yang digambarkan media-media asing seperti “neraka”.

Media-media Iran bahkan menggambarkan kebakaran Los Angeles sebagai murka Tuhan dan hukuman atas dukungan AS kepada Israel dalam penghancuran Jalur Gaza, Palestina.

Itulah beberapa hal aneh dalam insiden kebakaran Los Angeles baru-baru ini.

Baca juga: Siapa yang Kalah dalam Perang Gaza, Hamas atau Netanyahu?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved