Demo Anti-Rezim, Juara Gulat 'Pahlawan Nasional' Iran Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2020 - 13:48 WIB
loading...
Demo Anti-Rezim, Juara...
Navid Akfari, juara gulat Iran, yang akan mendapat hukuman mati karena terlibat demo anti-rezim Teheran pada 2018. Foto/Arab News
A A A
TEHERAN - Seorang juara gulat Iran yang dipuji publik sebagai "pahlawan nasional" telah dijatuhi hukuman mati karena keterlibatannya dalam protes anti-rezim pada tahun 2018.

Iran International, lembaga penyiaran berbahasa Persia, melaporkan Mahkamah Agung Iran menegaskan bahwa Navid Akfari akan menerima dua hukuman mati, enam setengah tahun penjara dan 74 cambukan.

Saqeb Saba, editor Iran International, mengatakan kepada Arab News, Rabu (2/9/2020), bahwa saudara laki-laki Akfari; Vahid dan Habib, dibebaskan dari hukuman mati tetapi menerima hukuman penjara masing-masing 54 dan 27 tahun, serta masing-masing 74 cambukan. (Baca: Normalisasi Hubungan dengan Israel, Khamenei Sebut UEA Pengkhianat )

Tiga bersaudara tersebut ikut serta dalam demo pada tahun 2018 yang dipicu oleh situasi ekonomi yang memburuk di negara tersebut tetapi berubah menjadi gerakan anti-rezim.

Pengadilan mendakwa ketiga bersaudara itu dengan 20 kejahatan yang berbeda, termasuk menghadiri pertemuan ilegal, pertemuan dan konspirasi untuk melakukan kejahatan terhadap keamanan nasional, dan menghina pemimpin tertinggi.

"Kasus Akfari benar-benar menyedihkan bagi semua orang,” kata Saba. "Dia adalah pahlawan nasional, dan kami bahkan tidak tahu keadaan partisipasinya dalam demonstrasi," ujarnya.

Saba mengatakan Akfari disiksa hingga membuat pengakuan palsu terhadap saudara-saudaranya, dan pengacara mereka sejak itu mengatakan pengakuan mereka tidak ada nilainya di pengadilan mana pun karena hal ini.

Saba mengatakan rezim Iran dengan kejam menekan siapa saja yang mengungkapkan ketidakpuasannya, bahkan mereka yang melakukannya dengan damai. (Baca juga: Iran Gunakan Radar Rusia Lacak Jet Tempur F-35 AS usai Soleimani Dibunuh )

“Hal terburuk yang bisa dilakukan Akfari adalah bersimpati dengan situasi ekonomi teman, keluarga, dan rekan senegaranya, tetapi cara rezim menanggapi demonstrasi ini sangat mengerikan, murni kebrutalan," papar Saba.

"Ini adalah tindakan rezim yang ketakutan. Satu-satunya cara untuk menghadapi situasi seperti ini adalah kekerasan," imbuh dia.

Iran terkenal karena penggunaan hukuman mati yang ekstensif, terutama terhadap para pengunjuk rasa dan tahanan politik.

Menurut kelompok hak asasi manusia; Amnesty International, Iran hanya berada di belakang China dalam eksekusi yang dilakukan per tahun, dan pada 2019 saja telah mengeksekusi mati 251 orang.

Banyak dari eksekusi tersebut dilakukan secara terbuka."Seperti kasus Akfari bersaudara, para terdakwa secara teratur menjadi sasaran pelanggaran sistematis atas hak peradilan yang adil,” kata Amnesty.

Pemerintah maupun otoritas pengadilan Iran belum berkomentar atas laporan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Sarah Gibson Resmi Berpisah...
Sarah Gibson Resmi Berpisah dari Diska Resha, Tetap Sepakat Co-Parenting
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved