Rumah Mewah Rp147 Miliar Ini Selamat dari Kebakaran Los Angeles, Berikut Rahasianya

Kamis, 16 Januari 2025 - 10:18 WIB
loading...
A A A
Dan, dalam kebakaran hutan baru-baru ini, kerentanan kayu terhadap api terbukti menjadi kelemahan, karena kayu memperparah kebakaran dan berkontribusi terhadap kerusakan rumah dan bangunan. Material non-kayu seperti baja dan beton menawarkan ketahanan api, daya tahan, dan biaya jangka panjang yang lebih rendah.

Rumah-rumah di AS masih sangat bergantung pada kayu, menurut laporan TIME tahun 2021.

Kayu adalah bahan utama untuk konstruksi rumah baru di wilayah tersebut, dengan 90% rumah yang dibangun pada tahun 2019 menggunakan rangka kayu, menurut National Association of Home Builders.

Bereaksi terhadap visual rumah besar Milabu yang berdiri tegak, penulis Israel, Saul Sadka, mempertanyakan mengapa rumah-rumah baru dibangun dengan kayu.

"Sejujurnya, saya tidak begitu mengerti mengapa orang membangun rumah-rumah baru yang indah dengan kayu yang berdekatan dengan hutan yang terbakar secara berkala," kata Sadka di X.

"Itu bukan keajaiban. Itu disebut 'beton'," imbuh Sadka.

Ketika beberapa orang berpendapat bahwa rumah-rumah kayu tahan gempa, yang lain menunjukkan bahwa Jepang, salah satu negara yang paling rawan gempa, bergantung pada beton. Kekuatan baja lebih tinggi daripada kayu.

Orang-orang juga membahas bagaimana potongan harga asuransi berperan dalam membuat penduduk beralih ke kayu, dan membuang beton.

Membagikan foto lama lingkungan tersebut, Sadka menambahkan, "Rumah di sebelah kiri korban mungkin juga bukan dari kayu, tetapi seperti yang dapat kita lihat, korban adalah bangunan baru, sedangkan yang di sebelah kiri berusia lebih dari 25 tahun. Ini juga masalah keberuntungan".

Mungkin ada beberapa faktor mengapa rumah besar di Malibu selamat dari kebakaran hutan terburuk, dengan beton dan atap tahan api sebagai dua faktornya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
Asap Kebakaran di Los...
Asap Kebakaran di Los Angeles Mengandung Racun Berbahaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved