Bisakah Air Laut Digunakan untuk Memadamkan Kebakaran di Los Angeles?

Kamis, 16 Januari 2025 - 00:50 WIB
loading...
Bisakah Air Laut Digunakan...
Air laut memiliki banyak risiko untuk memadamkan kebakaran di Los Angeles. Foto/X/@albertoallen
A A A
LOS ANGELES - Saat kebakaran Palisades dan Eaton terus membakar California Selatan, masyarakat yang tak berdaya mengajukan pertanyaan tentang apakah ada cara yang lebih baik untuk menjinakkan api.

Sementara beberapa hidran kebakaran di Los Angeles mengering di tengah kebakaran hutan yang ekstrem, orang-orang bertanya-tanya apakah petugas pemadam kebakaran dapat menggunakan air asin dari laut alih-alih menghabiskan sumber air tawar. Jawaban singkatnya adalah ya, mereka bisa — tetapi lebih rumit daripada sekadar pergi ke pantai untuk mengangkut air ke lereng bukit L.A.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang perlu diketahui tentang bagaimana air laut digunakan untuk memadamkan kebakaran — dan beberapa keterbatasannya:

Bisakah Air Laut Digunakan untuk Memadamkan Kebakaran di Los Angeles?

1. Aksesibilitas Air Asin

Dengan lebih dari 60 pesawat, California memiliki armada penerbangan sipil terbesar untuk memadamkan kebakaran di dunia, menurut Cal Fire. Namun, hanya beberapa dari mereka yang mampu menyedot air dari Samudra Pasifik.

Pesawat yang disebut "Super Scooper" CL-415 terlihat melakukannya minggu lalu untuk membantu memperlambat penyebaran Kebakaran Palisades sementara petugas pemadam kebakaran di lapangan bekerja untuk menahan kobaran api.

Melansir CBS News, pesawat pengebom air senilai USD25 juta ini mampu mengangkut 14.000 pon air, menurut perusahaan perangkat lunak manajemen penerbangan WinAir. Sayangnya, salah satu dari dua pesawat itu harus dihentikan sementara dari layanan setelah rusak oleh pesawat nirawak yang tidak sah.

Angin kencang di Santa Ana juga berperan besar dalam mengapa Super Scoopers dan pesawat pemadam kebakaran lainnya tidak selalu dapat terbang dalam misi untuk menjatuhkan air dan bahan tahan api.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved