Mengapa Kolonialisme Sampah Jadi Bumerang? Thailand Sudah Melawan!

Selasa, 14 Januari 2025 - 15:15 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2018, "kereta sampah" yang penuh dengan limbah dari New York dan New Jersey terparkir di negara bagian Alabama di tenggara AS selama berbulan-bulan, yang memicu kemarahan.

Banyak eksportir limbah plastik terkemuka di dunia adalah negara maju dengan kemampuan daur ulang yang signifikan. 10 eksportir teratas semuanya adalah negara maju berpendapatan tinggi — tujuh di antaranya adalah negara Eropa. Bersama-sama, mereka menyumbang 71 persen dari ekspor limbah plastik global, dengan total lebih dari 4,4 juta ton per tahun.

Jerman, misalnya, mengekspor sekitar 688.067 ton per tahun, menjadikannya eksportir teratas secara global. Inggris mengekspor sekitar 600.000 ton per tahun, yang menyumbang 61 persen dari limbah plastiknya.

AS, sebaliknya, mendaur ulang sebagian besar limbah plastiknya. Namun, AS masih mengekspor sejumlah besar limbah: Pada tahun 2018, AS mengirim 1,07 juta ton limbah plastik ke luar negeri, yang merupakan sepertiga dari daur ulangnya, dengan 78 persen dari ekspor tersebut dikirim ke negara-negara dengan sistem pengelolaan limbah yang tidak memadai.

Ya, beberapa negara Barat telah mengambil langkah-langkah untuk menghentikan atau mengurangi ekspor mereka.

Pada tahun 2023, Uni Eropa mengumumkan akan melarang ekspor limbah plastik ke negara-negara miskin di luar Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mulai pertengahan tahun 2026 untuk melindungi lingkungan dan kesehatan di negara-negara tersebut. OECD adalah kelompok perdagangan dan pembangunan yang beranggotakan 38 negara yang sebagian besar kaya.

Ekspor ke negara-negara OECD akan memiliki aturan yang lebih ketat, dan negara-negara non-OECD dapat mengajukan pengecualian dari aturan UE yang baru jika mereka membuktikan bahwa mereka dapat mengelola limbah secara berkelanjutan.

3. Negara Miskin Terima Limbah karena Insentif Ekonomi

Melansir Al Jazeera, negara-negara di belahan bumi selatan sering menerima limbah plastik karena insentif ekonomi. Penggunaan kembali limbah plastik impor juga dapat menciptakan lapangan kerja dan mendukung ekonomi lokal.

Pasar pengelolaan limbah plastik global diperkirakan bernilai $37 miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan akan tumbuh menjadi sekitar $44 miliar pada tahun 2027.

Perkiraan dari Observatory of Economic Complexity (OEC) mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, Turki, misalnya, memperoleh USD252 juta dri impor plastik bekas. Malaysia mengimpor plastik bekas senilai USD238 juta tahun itu, Vietnam USD182 juta, dan Indonesia USD104 juta.

Baca Juga: Konspirasi Menghantui Bencana pada Awal 2025

4. Limbah Jadi Sumber Penyakit

Limbah plastik, terutama plastik rumah tangga campuran, dicairkan menjadi pelet plastik, dibakar, atau dibuang. Plastik campuran ini sulit didaur ulang karena sering kali tercampur dengan barang-barang yang tidak dapat didaur ulang seperti botol dan kemasan. Pelet yang meleleh digunakan untuk membuat produk seperti kemasan atau furnitur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved