8 Krisis yang Dihadapi Israel, dari Perang dengan Iran hingga Otoritas Palestina yang Jadi Boneka

Selasa, 14 Januari 2025 - 14:00 WIB
loading...
A A A
Mengenai Ultra-Ortodoks, "masyarakat umum tidak akan lagi menoleransi asimetri beban yang dibebankan pada seluruh [negara]," dengan ribuan orang dari komunitas tersebut "terbebas dari beban ini setelah 16 bulan perang yang sangat berat dan menurut saya berdarah yang menyebabkan banyak korban dan banyak kerusakan pada masyarakat Israel dan ekonomi Israel," kata pengamat tersebut.

"Ini adalah semacam tantangan politik yang sangat eksistensial yang dihadapi Netanyahu dan saya tidak yakin dia akan berhasil mengatasinya," yakin Michael.

7. Houthi Tetap Tidak Kenal Lelah Menyerang Israel

Di garis depan selatan, Houthi Yaman yang tak kenal lelah, yang meluncurkan kampanye rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza, dan kampanye maritim untuk memblokade sebagian Laut Merah bagi kapal dagang Israel pada akhir tahun 2023, meningkatkan kemampuan mereka pada tahun 2024, dan telah memperingatkan tentang "kejutan" baru bagi Tel Aviv jika agresinya di Gaza tidak dihentikan.

Serangan Israel, AS, dan Inggris terhadap lokasi militer Houthi dan infrastruktur sipil Yaman gagal menghalangi milisi tersebut, sementara pakar intelijen Israel telah mengakui bahwa penetrasi Tel Aviv ke Houthi tidak ada. Oleh karena itu, dengan kemungkinan invasi darat yang tidak mungkin, frekuensi dan potensi serangan Houthi diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2025.

8. Beban Krisis Kemanusiaan Gaza

Akhirnya, di bidang diplomatik, kerusakan yang terjadi pada Israel akibat serangannya yang tidak pandang bulu terhadap Gaza kemungkinan akan berlangsung hingga tahun 2025, jika tidak bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun, di tengah tuduhan genosida warga Palestina oleh Afrika Selatan, dan lebih dari selusin negara lainnya.

Dengan lebih dari 47.000 orang tewas dalam perang Israel-Gaza hingga saat ini, semuanya kecuali 1.700 di antaranya warga Palestina, masih harus dilihat berapa lama orang-orang di kawasan itu dan dunia bersedia menerima bisnis seperti biasa dengan Tel Aviv, bahkan jika pemerintah siap untuk mengikuti Abraham Accords+ milik Trump.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
Konten Natural Bersama...
Konten Natural Bersama Kekasih Bikin Mohammad Irfan Makin Dikenal Warganet
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved