Harta Karun Bitcoin Senilai Rp11 Triliun Hilang Selamanya di Tempat Sampah

Senin, 13 Januari 2025 - 10:39 WIB
loading...
Harta Karun Bitcoin...
Hard drive berisi aset Bitcoin senilai lebih dari Rp11 triliun milik pria Inggris terbuang ke tempat pembuangan sampah. Upaya untuk mengambilnya ditolak pengadilan. Foto/Brookings
A A A
NEWPORT - Seorang pria Inggris terpaksa merelakan hard drive berisi aset Bitcoin senilai £569 juta (lebih dari Rp11 triliun) miliknya yang terbuang ke tempat pembuangan sampah hilang selamanya.

Itu karena gugatan hukum untuk mengambil "harta karun" itu dari tempat pembuangan sampah telah ditolak pengadilan.

James Howells (39) kehilangan hard drive berharga itu pada 2013 ketika mantan pasangannya saat itu tak sengaja membuangnya ke tempat sampah, dan kemudian berakhir di tempat pembuangan sampah di Newport, Wales.

Baca Juga: Wanita Ini Tak Sengaja Buang Harta Kartun Bitcoin Rp11,4 Triliun Milik Mantan Pacarnya ke Tempat Sampah

Ketika harga Bitcoin terus meroket, Howells berupaya keras untuk mencari hard drive itu tempat yang dipenuhi gunungan sampah.
Dia telah mengusulkan pendanaan penuh untuk proses penggalian dan menawarkan 25% dari Bitcoin-nya—jika ditemukan kembali—kepada Dewan Kota Newport.

Namun, dewan menolak usulannya, yang memicu Howells mengajukan gugatan ke pengadilan sebagai upaya untuk mendapatkan kembali "harta karun" uang kriptonya. Dewan menegaskan sebagai pemilik benda apa pun yang sudah dibuang ke tempat pembuangan sampah Newport.

Mengutip laporan dari BBC, Senin (13/1/2025), Hakim Pengadilan Niaga untuk Wales, Hakim Keyser, pada Kamis pekan lalu telah menolak gugatan Howells yang meminta izin untuk melakukan penggalian sampah di tempat pembuangan sampah Newport.

Dalam putusannya, Hakim Keyser menyatakan Howells tidak memiliki alasan yang masuk akal untuk mengajukan klaim.

"Rincian klaim tidak menunjukkan alasan yang masuk akal untuk mengajukan kasus ini. Selain itu, klaim tersebut tidak memiliki prospek keberhasilan yang realistis di pengadilan, juga tidak ada alasan kuat untuk melanjutkannya ke pengadilan," jelas Keyser.

Hakim selanjutnya menegakkan argumen Dewan Kota Newport bahwa mereka sebagai pemilik hard drive tersebut sejak benda tersebut dibuang di tempat pembuangan sampah Newport. Hakim memutuskan bahwa Howells tidak berhak lagi atas hard drive tersebut.

"Menurut penilaian saya, argumen dewan itu benar dan merupakan pembelaan yang lengkap terhadap klaim tersebut," kata hakim.

Howells menyatakan kekecewaannya dengan putusan tersebut, mengatakan kepada media Inggris tersebut bahwa dia merasa sangat kesal dan menyamakan keputusan itu dengan "tendangan di gigi".

"Kasus yang dibatalkan pada sidang pertama itu menghilangkan kesempatan saya untuk menjelaskan diri atau mencari keadilan dalam bentuk apa pun," katanya.

"Ada banyak hal yang bisa saya sampaikan dalam persidangan penuh, dan itulah yang saya harapkan," paparnya.

Dia juga mencatat upayanya yang gigih untuk terlibat dengan Dewan Kota Newport selama 12 tahun terakhir.

"Saya telah mencoba segala cara yang mungkin untuk berkomunikasi dengan dewan," katanya.

"Ini bukan tentang keserakahan—saya bersedia membagi hasilnya—tetapi tidak seorang pun yang berkuasa bersedia untuk berbicara dengan saya dengan baik," paparnya.

"Putusan ini telah merenggut segalanya dari saya dan tidak meninggalkan apa pun bagi saya," imbuh dia.

"Ini adalah sistem ketidakadilan Inggris yang hebat yang bekerja sekali lagi."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Berita Terkini
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved