Polandia Lindungi Buronan Internasional Netanyahu dari Penangkapan

Sabtu, 11 Januari 2025 - 13:30 WIB
loading...
Polandia Lindungi Buronan...
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/gov.il
A A A
WARSAWA - Buronan internasional dan tersangka kejahatan perang, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, akan diberikan kekebalan hukum oleh Polandia.

Langkah ini diambil Polandia meskipun Netanyahu menghadapi surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Pemerintah Polandia telah mengadopsi resolusi yang memastikan Netanyahu dan pejabat senior Israel dapat bepergian dengan bebas ke Polandia untuk memperingati 80 tahun pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau.

Langkah Polandia secara efektif melindungi Netanyahu dan para tersangka penjahat perang dari kemungkinan penangkapan.

Perdana Menteri Donald Tusk mengonfirmasi, "Apakah itu perdana menteri, presiden atau menteri Israel, siapa pun yang akan datang ke Oswiecim untuk perayaan di Auschwitz akan dijamin keselamatannya dan tidak akan ditahan."

ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024, mendakwa mereka dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas peran mereka dalam genosida Israel di Gaza.

Rezim apartheid Israel telah menewaskan lebih dari 46.000 warga Palestina di Jalur Gaza, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Sebagai penanda tangan ICC, Polandia secara hukum berkewajiban menangkap tersangka yang dicari pengadilan jika mereka memasuki wilayah Polandia.

Namun, resolusi yang diterbitkan oleh kantor Tusk menyebutkan sifat peringatan yang luar biasa.

Langkah tersebut dilakukan di tengah keputusan kontroversial di Amerika Serikat (AS) untuk meloloskan undang-undang yang memberikan sanksi kepada pejabat dan anggota staf ICC yang melakukan penyelidikan terhadap para pemimpin Israel.

Presiden Polandia Andrzej Duda telah menulis surat kepada Tusk yang meminta agar Netanyahu diizinkan untuk hadir "tanpa hambatan", meskipun kedutaan Israel telah mengindikasikan negara tersebut akan diwakili oleh menteri pendidikannya.

Netanyahu, yang sebelumnya menghadiri acara peringatan di Auschwitz, belum mengonfirmasi apakah dia akan berpartisipasi dalam peringatan tahun ini.

Lebih dari 1,1 juta orang, sebagian besar orang Yahudi, tewas di Auschwitz selama Perang Dunia II melalui kamar gas, kelaparan, kedinginan, dan penyakit di bawah pendudukan ilegal Nazi Jerman di Polandia.

Perlakuan Nazi Jerman terhadap Polandia dan ekspansionisme ilegalnya memainkan peran utama dalam pelarangan penaklukan dan aneksasi wilayah.

Piagam PBB, yang ditandatangani pada tahun 1945, merupakan landasan hukum internasional modern yang melarang aneksasi.

Baca juga: AS Tingkatkan Hadiah Penangkapan Presiden Venezuela Maduro Jadi Rp408 Miliar
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved