Menyamar Jadi Jenderal Iran, Agen DEA Gagalkan Bos Yakuza Jual Bahan Senjata Nuklir

Jum'at, 10 Januari 2025 - 13:00 WIB
loading...
A A A
"Seperti yang diakuinya di pengadilan federal hari ini [Rabu], Takeshi Ebisawa secara terang-terangan menyelundupkan material nuklir, termasuk plutonium tingkat senjata, dari Burma (Myanmar)," kata penjabat jaksa AS Edward Kim untuk Distrik Selatan New York.

"Pada saat yang sama, dia berupaya mengirim heroin dan metamfetamin dalam jumlah besar ke Amerika Serikat dengan imbalan persenjataan berat seperti rudal permukaan-ke-udara untuk digunakan di medan perang di Burma," lanjut Kim.

Ebisawa tertangkap dalam operasi penyamaran oleh agen DEA. Jaksa penuntut mengatakan dia membanggakan kepada salah satu sumber DEA dan rekan sumber tersebut, yang menyamar sebagai jenderal Iran, bahwa dia memiliki akses ke uranium dan plutonium tingkat senjata, di samping narkoba, dari Myanmar.

Pada tahun 2020, Ebisawa mengirimi sumber DEA serangkaian foto yang menggambarkan zat berbatu dengan penghitung Geiger yang mengukur radiasi, serta halaman-halaman yang Ebisawa gambarkan sebagai analisis laboratorium yang menunjukkan keberadaan thorium dan uranium dalam zat-zat tersebut.

Dia terus berkomunikasi dengan sumber DEA pada tahun 2021 dan 2022.

Selama operasi penyamaran, termasuk agen yang menyamar sebagai jenderal Iran, otoritas Thailand membantu penyidik AS dalam menyita dua zat kuning bubuk yang digambarkan terdakwa sebagai "yellowcake".

Departemen Kehakiman mengatakan laboratorium AS menetapkan bahwa komposisi isotop plutonium yang ditemukan dalam sampel tersebut sebenarnya adalah tingkat senjata. "Yang berarti bahwa plutonium, jika diproduksi dalam jumlah yang cukup, akan cocok untuk digunakan dalam senjata nuklir," kata departemen tersebut, yang dilansir Middle East Eye, Jumat (10/1/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Berita Terkini
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved