Rusia Caplok 5 Kali Luas Kota New York dari Ukraina, Berapa Banyak Tentara yang Dikorbankan?

Rabu, 08 Januari 2025 - 21:11 WIB
loading...
A A A
Al Jazeera belum dapat memverifikasi angka-angka ini secara independen.

"Tampaknya kemungkinan kematian orang Rusia berada di kisaran 100.000 lebih," Timothy Ash, seorang peneliti asosiasi dalam program Rusia dan Eurasia di Chatham House, sebuah lembaga pemikir yang berbasis di London, mengatakan kepada Al Jazeera.

Namun, dalam wawancara dengan kantor berita Prancis Le Monde, yang diterbitkan pada 17 Desember, komandan Ukraina Syrskii mengatakan bahwa jumlah pasukan Rusia di Ukraina juga tampak terus meningkat.

Oleg Ignatov, analis senior di Crisis Group, mengatakan bahwa komentar seperti Syrskii menimbulkan pertanyaan – bagaimana jumlah pasukan Rusia di Ukraina bertambah jika Moskow menderita kerugian yang sangat besar?

“Kami tidak tahu apakah [ini karena] model perekrutan Rusia bagus, atau tidak banyak korban [Rusia] [seperti yang diklaim],” katanya.

3. Propaganda Perang Ukraina dan Rusia

Sebagian, ini karena angka-angka itu memiliki nilai propaganda yang sangat besar bagi kedua belah pihak.

“Terjadi perang narasi dari kedua belah pihak. Kedua belah pihak menggunakan angka-angka untuk menunjukkan keberhasilannya di lapangan dan melemahkan pihak lain. Narasi-narasi ini adalah bagian dari perang,” kata Ignatov kepada Al Jazeera.

Pada tanggal 8 Desember, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan dalam sebuah unggahan Telegram bahwa 43.000 tentara Ukraina telah tewas di medan perang sejak dimulainya perang pada bulan Februari 2022. Terakhir kali ia mengumumkan jumlah korban tewas bagi tentara Ukraina adalah pada bulan Februari 2024, ketika ia mengatakan 31.000 tentara Ukraina tewas. Ini berarti, 12.000 tentara Ukraina tewas di medan perang selama sekitar 10 bulan pada tahun 2024.

Namun, baik Rusia maupun Ukraina tidak secara teratur menerbitkan statistik tentang jumlah tentara yang tewas dalam perang.

Hal ini karena mereka ingin menghindari memberi pihak lain wawasan tentang seberapa efektif operasi militer mereka, kata Marina Miron, seorang peneliti di Departemen Studi Perang di King's College London, kepada Al Jazeera pada bulan Oktober.

Ini bukanlah strategi masa perang yang tidak biasa: Selama Perang Dunia II, misalnya, masing-masing pihak tidak melaporkan korban mereka hingga setengahnya dan melebih-lebihkan korban musuh hingga dua hingga tiga kali lipat, kata Miron.

Ada faktor-faktor lain juga. Kematian seorang prajurit baru dikonfirmasi setelah jasadnya ditemukan, setelah itu kementerian pertahanan terkait mengirimkan pemberitahuan kematian kepada keluarga.

Miron mengatakan kepada Al Jazeera pada bulan Oktober bahwa jika pemerintah tidak secara resmi menerima seorang prajurit sebagai orang yang tewas, pemerintah tidak perlu membayar keluarga almarhum.

4. Rusia Sudah Pernah Kehilangan Tentara yang Besar

Terlepas dari berapa banyak prajurit Rusia yang tewas dalam perang, dan khususnya pada tahun 2024, para ahli sepakat dalam menyimpulkan bahwa jumlah korban Rusia mencapai rekor tertinggi – tertinggi sejak Perang Dunia II. Selama Perang Dunia II, diperkirakan 8,7 juta personel militer Soviet tewas – sejauh ini merupakan jumlah tertinggi di antara negara mana pun. Dari 15 republik Soviet, Rusia kehilangan prajurit terbanyak – diperkirakan 6,7 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved