Azerbaijan Marah kepada Rusia atas Tragedi Azerbaijan Airlines Tewaskan 38 Orang

Selasa, 07 Januari 2025 - 09:25 WIB
loading...
Azerbaijan Marah kepada...
Azerbaijan marah kepada Rusia atas tragedi jatuhnya penerbangan Azerbaijan Airlines yang tewaskan 38 orang pada Hari Natal. Foto/Anadolu
A A A
BAKU - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada hari Senin marah kepada Rusia atas tragedi jatuhnya penerbangan Azerbaijan Airlines yang tewaskan 38 orang pada Hari Natal.

Aliyev mengatakan pihaknya sekarang menutut keadilan kepada Moskow atas tragedi tersebut.

Penerbangan Azerbaijan Airlines dilaporkan ditembak rudal oleh sistem pertahanan udara Rusia saat mencoba mendarat di Grozny, Chechnya, selatan Rusia.

Komentar Aliyev muncul tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin secara mengejutkan menyampaikan permintaan maaf atas kecelakaan tersebut.

Baca Juga: Ada Kemiripan, Ini Rahasia Orang-orang Selamat dalam Tragedi Azerbaijan Airlines dan Jeju Air

Pada 28 Desember 2024, Putin menyampaikan belasungkawa kepada Azerbaijan, tetapi tidak mengatakan bahwa negaranya bertanggung jawab.

Pernyataan Aliyev menunjukkan Azerbaijan tidak senang dengan penanganan Kremlin atas masalah tersebut dan tanggapannya terhadap insiden itu.

Penerbangan Azerbaijan Airlines, yang membawa 67 orang, berangkat dari Ibu Kota Azerbaijan, Baku, dan jatuh di dekat Aktau, Kazakhstan pada Hari Natal.

Kremlin mengatakan bahwa ketika penerbangan J2-8243 itu berusaha mendarat di Grozny, Ibu Kota Chechnya, ketika pesawat nirawak Ukraina melakukan serangan.

Pada saat pesawat jatuh, Grozny dan kota-kota lain diserang oleh pesawat nirawak tempur Ukraina dan pertahanan udara Rusia menangkis serangan tersebut, kata Kremlin.

Putin juga memberi tahu Aliyev tentang hal itu melalui telepon.

Namun, Putin tidak mengatakan sistem pertahanan udara Rusia menyerang penerbangan Azerbaijan Airlines.

Menurut Aliyev, dirinya dapat mengatakan dengan yakin bahwa kesalahan atas kematian warganya dalam kecelakaan itu ada pada Rusia.

"Saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa kesalahan atas kematian warga negara Azerbaijan dalam kecelakaan ini ada di tangan perwakilan Federasi Rusia," katanya, yang dilansir Newsweek, Selasa (7/1/2025).

"Dan kami menginginkan keadilan, kami menginginkan hukuman bagi mereka yang bersalah, kami menginginkan transparansi penuh dan perilaku manusiawi," ujarnya.

"Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa informasi yang kami miliki didasarkan pada kebenaran. Upaya lembaga pemerintah Rusia untuk menutup-nutupi insiden ini dan bersikeras pada versi yang tidak masuk akal membuat kami terkejut, menyesal, dan marah," paparnya.

"Moskow berusaha menutup-nutupi masalah ini, menyalahkan beberapa burung atau ledakan tabung gas," imbuh Aliyev, merujuk pada laporan awal bahwa serangan burung diduga sebagai penyebab jatuhnya penerbangan tersebut.

Penerbangan itu membawa 67 orang, termasuk lima awak. Ada 42 warga negara Azerbaijan, 16 warga negara Rusia, enam warga negara Kazakhstan, dan tiga warga negara Kyrgystan di dalam pesawat tersebut.

Aliyev mengatakan perekam penerbangan dari pesawat yang jatuh itu sekarang sedang didekodekan.

"Saya yakin bahwa kita akan segera mengetahui hasil sementara, dan semuanya akan berjalan sebagaimana mestinya, gambaran lengkap dari tragedi itu akan diketahui," paparnya.

"Dan itu, tentu saja, akan penting untuk penyelidikan penuh atas tragedi ini dan hukuman bagi mereka yang bersalah," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Berita Terkini
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Infografis
Ini Tersangka Serangan...
Ini Tersangka Serangan Mobil yang Tewaskan 15 Orang di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved