Israel Harus Membayar dengan Darah untuk Setiap Hari Menginvasi Gaza

Minggu, 05 Januari 2025 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Menggarisbawahi bahwa pasukan pendudukan membutuhkan “penyembuhan dan pemulihan,” harian berbahasa Ibrani itu mengatakan, “Perang kita tidak akan berakhir tahun ini, tetapi dapat dikurangi ke dimensi yang diperlukan dan menghentikan pertumpahan darah yang tidak perlu. Tugas terbesar yang akan kita hadapi di tahun baru adalah memperbaiki apa yang rusak, sehingga kita memiliki sesuatu untuk terus diperjuangkan.”

Akhir bulan lalu, mantan direktur badan mata-mata Israel, Mossad, mengakui bahwa tekanan rezim terhadap Hamas gagal membuahkan hasil yang signifikan dan kesepakatan pertukaran tahanan harus ditandatangani sesegera mungkin.

“Kita telah melihat dalam satu tahun dan dua bulan terakhir bahwa tekanan terhadap Hamas hampir tidak membantu,” kata Danny Yatom, yang memimpin organisasi mata-mata entitas pendudukan tersebut dari tahun 1996 hingga 1998. “Kita perlu mencapai kesepakatan, dan ya - keluar dari Gaza. Akan selalu mungkin untuk kembali ke Gaza.”

Israel melancarkan perang di Gaza pada tanggal 7 Oktober 2023, setelah kelompok perlawanan yang dipimpin Hamas melakukan Operasi Banjir Al-Aqsa terhadap rezim Israel sebagai tanggapan atas kampanye penindasan selama puluhan tahun terhadap warga Palestina.

Serangan berdarah rezim di Gaza sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 45.658 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 108.583 lainnya. Ribuan lainnya juga hilang dan diduga tewas tertimbun reruntuhan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Dramatis, Korban Gempa...
Dramatis, Korban Gempa Venezuela Dievakuasi Hidup-hidup Setelah 8 Hari Tertimbun
Momen Pelatih Mesir...
Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia
Rekomendasi
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Berita Terkini
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved