Mengenang Perjanjian Raja Faisal dan Weizmann pada 1919 yang Menyatukan Ambisi Arab dan Zionis

Minggu, 05 Januari 2025 - 16:20 WIB
loading...
A A A
Faisal setuju untuk mendukung penerapan Deklarasi Balfour dan pembentukan tanah air Yahudi di Palestina, asalkan Inggris memenuhi janjinya pada Perang Dunia Pertama tentang kemerdekaan Arab dari kekuasaan Ottoman.

"Perjanjian tersebut menguraikan kerja sama antara orang Arab dan Yahudi, yang membayangkan hidup berdampingan secara damai di Palestina dan kolaborasi ekonomi yang lebih luas di kawasan tersebut," ujar Ahmed.

3. Mengakui Kekerabatan Rasial dan Ikatan Kuno

Hal ini diungkapkan oleh para penandatangan yang menyatakan bahwa mereka “menyadari hubungan kekerabatan rasial dan ikatan kuno yang ada antara orang Arab dan orang Yahudi, dan menyadari bahwa cara paling pasti untuk mewujudkan aspirasi alami mereka adalah melalui kerja sama sedekat mungkin dalam pengembangan Negara Arab dan Palestina.”

Namun, premis yang mendasarinya—bahwa aspirasi nasionalisme Arab dan Zionisme dapat hidup berdampingan secara harmonis—pada dasarnya cacat. Para pemimpin Arab sebagian besar tidak menyadari sejauh mana ambisi teritorial Zionis, sementara para pemimpin Zionis melihat perjanjian tersebut sebagai peluang strategis untuk mengamankan pijakan yang lebih kuat di Palestina, yang dibenarkan sebagai hak Alkitab.

Maksud ini terbukti dalam bahasa perjanjian: “Semua tindakan yang diperlukan harus diambil untuk mendorong dan merangsang imigrasi orang Yahudi ke Palestina dalam skala besar, dan secepat mungkin untuk menempatkan imigran Yahudi di tanah tersebut melalui pemukiman yang lebih dekat dan pengolahan tanah secara intensif.”

4. Sifatnya Singkat dah Rapuh

Perjanjian Faisal-Weizmann terbukti sebagai pengaturan yang singkat dan rapuh. Kekuatan kolonial Barat, Inggris dan Prancis, mengingkari janji masa perang mereka kepada para pemimpin Arab dan, sebagai gantinya, membagi Timur Tengah berdasarkan Perjanjian Sykes-Picot tahun 1916.

"Palestina berada di bawah mandat Liga Bangsa-Bangsa Inggris, sementara Suriah dan Lebanon ditempatkan di bawah kendali Prancis. Aspirasi nasionalis Arab hancur, dan ketegangan antara komunitas Arab dan Yahudi di Palestina meningkat, dengan pembantaian dan aksi terorisme terhadap penduduk asli yang menabur benih konflik selama beberapa dekade," papar Ahmed.

Baca Juga: 2024 Jadi Tahun Terburuk bagi Warga Gaza, Akankah 2025 Lebih Baik?

5. Disebut sebagai Pengkhianatan Awal bagi Palestina

Implikasi dari perjanjian ini — dan kegagalannya — sangat luas, dan masih terus berlanjut. Bagi warga Palestina, perjanjian ini merupakan pengkhianatan awal yang pahit terhadap aspirasi mereka untuk menjadi negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh
Rekomendasi
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
Berita Terkini
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved