Hamas ingin Gencatan Senjata di Gaza Sesegera Mungkin

Sabtu, 04 Januari 2025 - 06:44 WIB
loading...
Hamas ingin Gencatan...
Pasukan Hamas menggelar pawai sebelum pecah perang terbaru di Gaza melawan Israel. Foto/anadolu
A A A
GAZA - Seorang pejabat senior Hamas mengatakan putaran baru perundingan tidak langsung mengenai gencatan senjata di Gaza dilanjutkan di Qatar pada hari Jumat (3/1/2025).

Dia menambahkan kelompok Palestina tersebut sedang mengupayakan kesepakatan sesegera mungkin.

Pejabat senior Hamas Basem Naim mengatakan putaran baru perundingan tersebut akan difokuskan pada gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, Reuters melaporkan.

Meskipun perundingan yang terputus-putus telah berlangsung selama setahun di Doha, gencatan senjata antara Hamas dan Israel masih sulit dicapai.

Pada hari Kamis, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui delegasi untuk melanjutkan perundingan gencatan senjata Gaza, meskipun dia terus secara terbuka mengesampingkan kemungkinan berakhirnya perang secara permanen.

Hamas dan Israel sedang berunding pada bulan Desember untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, tetapi meskipun laporan pada saat itu tampaknya menunjukkan kemajuan dalam mencapai kesepakatan, kelompok Palestina tersebut menuduh negosiator Israel mengajukan "syarat-syarat baru" yang menunda tercapainya kesepakatan.

Israel menepis tuduhan tersebut, dengan mengatakan Hamas-lah yang menciptakan "rintangan baru" bagi gencatan senjata.

Amerika Serikat (AS) dan Israel telah lama bersikeras Hamas merupakan hambatan bagi gencatan senjata, tetapi para analis mengatakan Netanyahu tidak menunjukkan minat untuk mencapai kesepakatan.

Sepanjang tahun 2024, AS dan Israel bersikeras mendiang Pemimpin Hamas Yahya Sinwar merupakan hambatan utama bagi gencatan senjata.

Namun dua bulan lalu, pasukan Israel menewaskan Sinwar dalam baku tembak, dan gencatan senjata masih belum terlihat.

Presiden terpilih AS Donald Trump akan kembali menjabat pada tanggal 20 Januari dan telah mengancam "hukuman berat" jika kesepakatan untuk membebaskan para sandera yang tersisa tidak tercapai sebelum dia memangku jabatan.

Perang Israel di Gaza telah menghancurkan infrastruktur sipil di daerah kantong itu, dan pasukan Israel terus menargetkan rumah sakit sambil juga membunuh wartawan.

Menurut Biro Statistik Pusat Palestina, perang tersebut telah menewaskan lebih dari 45.000 warga Palestina, sementara sekitar 11.000 orang hilang dan diyakini tertimbun reruntuhan.

Sebanyak 100.000 orang terpaksa mengungsi dari Gaza karena kampanye penghancuran Israel terus menghancurkan daerah kantong tersebut.

Baca juga: Anggota Parlemen Israel Desak Militer Hancurkan Semua Sumber Energi, Makanan, dan Air di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Pemain Inggris Tolak...
Pemain Inggris Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved