Jepang dan AS Bakal Bahas Penggunaan Senjata Nuklir untuk Melawan China-Korut

Senin, 30 Desember 2024 - 10:50 WIB
loading...
A A A
Sistem ini akan memungkinkan Jepang menyampaikan pandangannya kepada Amerika Serikat tentang potensi penggunaan senjata nuklir oleh Washington di semua tahap, dari waktu normal hingga keadaan darurat.

Lingkungan sekitar senjata nuklir saat ini semakin memburuk. Rusia baru-baru ini telah mengisyaratkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam agresi yang sedang berlangsung terhadap Ukraina.

Di Asia Timur, Korea Utara melakukan uji coba nuklir keenamnya pada tahun 2017 dan telah meningkatkan kemampuan rudal balistiknya secara signifikan. Sedangkan China diperkirakan akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir operasional pada tahun 2030.

Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengatakan pada sesi pleno Dewan Perwakilan Rakyat pada 3 Desember bahwa dia telah menginstruksikan sekretariat terkait untuk lebih memperkuat kredibilitas pencegahan AS yang diperluas.

Di bawah pedoman yang baru dirumuskan, Washington masih memegang keputusan akhir tentang penggunaan senjata nuklir. Namun, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa pedoman tersebut "memiliki signifikansi besar sebagai pesan untuk memperkuat pencegahan."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved