Penerbangan Jeju Air Kedua Nyaris Celaka Sehari usai Tragedi Tewaskan 179 Orang
Senin, 30 Desember 2024 - 09:41 WIB
loading...
A
A
A
Tabrakan burung sangat umum terjadi, namun sangat jarang berdampak besar pada pesawat. Kementerian Transportasi dengan cepat menepis anggapan bahwa tembok di ujung landasan pacu menjadi penyebab kecelakaan.
"Pesawat Boeing 737-800 yang jatuh hari ini dapat mendarat di landasan pacu sepanjang 1.500 meter hingga 1.600 meter," kata seorang pejabat kementerian tersebut.
"Sulit untuk menghubungkan kecelakaan dengan panjang landasan pacu karena pesawat lain telah mendarat tanpa masalah."
Pesawat itu kembali ke Korea Selatan dari Bangkok dengan sebagian besar penumpang diyakini warga Korea, kecuali dua warga negara Thailand.
Dua orang di dalam pesawat berhasil selamat dari kecelakaan mematikan itu, yakni seorang awak perempuan dan seorang awak laki-laki.
Keduanya berada di bagian belakang reruntuhan dan berhasil ditarik keluar oleh petugas pemadam kebakaran.
Salah satu korban selamat adalah seorang pramugari berusia 33 tahun. Dia telah terbangun dan berbicara dengan detektif, menurut kantor berita Yonhap.
Direktur rumah sakit Ju Woong mengatakan pria itu menderita patah tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang belakang bagian atas.
Korban selamat lainnya dirawat di rumah sakit terpisah. "Dia sepenuhnya mampu berkomunikasi," kata Ju.
"Belum ada indikasi kehilangan ingatan atau semacamnya," imbuh dia.
"Pesawat Boeing 737-800 yang jatuh hari ini dapat mendarat di landasan pacu sepanjang 1.500 meter hingga 1.600 meter," kata seorang pejabat kementerian tersebut.
"Sulit untuk menghubungkan kecelakaan dengan panjang landasan pacu karena pesawat lain telah mendarat tanpa masalah."
Pesawat itu kembali ke Korea Selatan dari Bangkok dengan sebagian besar penumpang diyakini warga Korea, kecuali dua warga negara Thailand.
Dua orang di dalam pesawat berhasil selamat dari kecelakaan mematikan itu, yakni seorang awak perempuan dan seorang awak laki-laki.
Keduanya berada di bagian belakang reruntuhan dan berhasil ditarik keluar oleh petugas pemadam kebakaran.
Salah satu korban selamat adalah seorang pramugari berusia 33 tahun. Dia telah terbangun dan berbicara dengan detektif, menurut kantor berita Yonhap.
Direktur rumah sakit Ju Woong mengatakan pria itu menderita patah tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang belakang bagian atas.
Korban selamat lainnya dirawat di rumah sakit terpisah. "Dia sepenuhnya mampu berkomunikasi," kata Ju.
"Belum ada indikasi kehilangan ingatan atau semacamnya," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :