Menlu Israel: Rezim di Damaskus Adalah Geng, Bukan Pemerintahan Suriah yang Sah

Minggu, 29 Desember 2024 - 08:30 WIB
loading...
Menlu Israel: Rezim...
Pemimpin HTS Ahmed Hussein al-Sharaa alias Abu Mohammad al-Julani, salah satu pemimpin baru Suriah usai rezim Bashar al-Assad digulingkan. Israel anggap pemerintah baru Suriah tidak sah. Foto/PBS
A A A
TEL AVIV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Sa’ar mengatakan rezim yang berkuasa di Damaskus setelah jatuhnya kekuasaan Presiden Bashar al-Assad adalah geng, bukan pemerintahan Suriah yang sah.

Menurutnya, negara Arab itu telah terpecah-pecah dan diganggu oleh faksi-faksi yang bersaing dan berideologi ekstremis.

“Realitas di Suriah belum stabil,” kata Sa’ar, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Minggu (29/12/2024).

“Rezim di Damaskus pada dasarnya adalah geng—bukan pemerintahan yang sah. Daerah lain, seperti Idlib, dikendalikan oleh kelompok-kelompok Islamis dengan ideologi ekstrem,” paparnya.

Baca Juga: Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun setelah Rezim Assad Tumbang

Assad, yang melarikan diri bersama keluarganya ke Rusia, adalah anggota Alawi, kelompok etnoreligius Arab yang sebagian besar tinggal di Levant. Mereka menganut Alawisme, sekte keagamaan yang memisahkan diri dari Islam Syiah awal pada abad ke-9.

Di antara tokoh-tokoh yang paling mengkhawatirkan di Suriah, menurut Sa’ar, adalah Abu Mohammed al-Julani, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS)—yang sebelumnya bernama Front al-Nusra, kelompok yang memiliki hubungan historis dengan al-Qaeda.

Namun bos HTS itu telah diakui Barat sebagai pemimpin baru Suriah.

“Masyarakat internasional mungkin memahami alasan di balik memasuki zona penyangga, tetapi pemahaman tidak sama dengan persetujuan. Setelah 7 Oktober, mengambil tindakan proaktif sangat penting,” kata Sa’ar.

“Kabinet diberikan tiga pilihan: tidak melakukan apa pun, merebut wilayah strategis yang memberikan kendali atas wilayah tersebut, atau mengejar pilihan ketiga—menaklukkan hingga garis rudal Suriah, sejauh 12-15 km,” paparnya.

“Tindakan ini terbatas dan sementara. Ketika ditanya berapa lama 'sementara' berarti, saya menjawab: 'sampai kita melihat situasi stabil dan dapat kembali ke jalur sebelumnya’. Namun, situasi di Suriah belum benar-benar stabil," kata Menlu Zionis tersebut.

"Meskipun satu geng mungkin telah menguasai Damaskus [Julani], dan yang lain menguasai Idlib, ini tidak sama dengan stabilitas,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa rezim yang muncul berpusat di Damaskus, bukan seluruh Suriah. "Yang disebut kepemimpinan ini adalah geng Idlib, bukan otoritas inklusif. Mereka adalah kaum Islamis dengan pandangan dunia yang sangat ekstrem," jelasnya.

"Misalnya, menteri kehakiman baru Suriah menuntut pencopotan hakim perempuan, dengan kasus-kasus yang dilimpahkan secara eksklusif kepada hakim laki-laki. Para pemain ini menipu Barat, tetapi dunia bergegas ke Damaskus," tegasnya.

"Bahkan ada yang ingin kita melakukan hal yang sama. Tetapi mengapa dunia begitu bersemangat untuk terlibat dengan Damaskus? Bagaimanapun, ini adalah rezim Islamis, bukan rezim moderat," pungkasnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Berita Terkini
AI Bisa dalam Beberapa...
AI Bisa dalam Beberapa Bulan Lagi Lumpuhkan Pemerintah di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved