Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:34 WIB
loading...
Awas, AI dalam Beberapa...
Ilustrasi kecerdasan buatan (AI) yang bisa membantu para peretas. Foto/anadolu
A A A
LONDON - Model kecerdasan buatan (AI) canggih dapat segera memberi peretas kemampuan untuk melumpuhkan pemerintah, bisnis, dan sistem penting. Peringatan itu muncul dari badan-badan siber dari kelompok intelijen Five Eyes.

Dalam pernyataan bersama yang jarang terjadi yang diterbitkan pada hari Senin, para pemimpin keamanan siber dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru mengatakan model AI mutakhir berkembang lebih cepat dari yang diharapkan dan "diperkirakan akan melampaui ekspektasi industri saat ini, secara fundamental mengubah kemampuan siber ofensif dan defensif."

"Jangka waktunya bukan bertahun-tahun, tetapi beberapa bulan," ungkap badan-badan tersebut.

Mereka menambahkan, "Risiko siber tidak lagi dapat diperlakukan sebagai masalah teknis semata. Ini adalah risiko bisnis inti dan tanggung jawab kepemimpinan."

Pernyataan tersebut mengatakan AI akan membantu meningkatkan pertahanan siber dari waktu ke waktu, tetapi juga menurunkan hambatan bagi pelaku jahat, meningkatkan kecepatan dan kompleksitas serangan, sekaligus mempersempit jendela antara penemuan kerentanan dan eksploitasi.

Badan-badan tersebut mendesak berbagai organisasi memperkuat pertahanan digital mereka, memperbarui perangkat lunak yang sudah usang lebih cepat, membatasi akses ke sistem sensitif, dan mempersiapkan diri untuk serangan siber sebelum terjadi.

Meskipun pernyataan Five Eyes tidak menyebutkan model atau perusahaan tertentu, perdebatan baru-baru ini tentang keamanan AI berpusat pada pengembang AS, Anthropic, yang telah menghadapi pengawasan ketat atas sistem terbarunya yang paling canggih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Pentagon Tetapkan Kontraktor...
Pentagon Tetapkan Kontraktor AI Anthropic sebagai Risiko Keamanan Nasional
Mengerikan, AI Unggulan...
Mengerikan, AI Unggulan Kerahkan Senjata Nuklir dalam 95% Simulasi Perang
AS Integrasikan AI Grok...
AS Integrasikan AI Grok Milik Elon Musk dalam Sistem Militer Rahasia, Dunia dalam Bahaya?
Pentagon Gunakan AI...
Pentagon Gunakan AI Claude untuk Culik Maduro
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
Jika Berperang, Angkatan...
Jika Berperang, Angkatan Darat Inggris Bisa Musnah dalam 6 Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved