Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Gunakan Teknologi Canggih Barat Meski Ada Sanksi, Kok Bisa?

Minggu, 29 Desember 2024 - 06:39 WIB
loading...
Rudal Hipersonik Oreshnik...
Rudal hipersonik Oreshnik Rusia ternyata dikembangkan menggunakan peralatan manufaktur canggih dari perusahaan-perusahaan Barat meskipun ada sanksi yang dijatuhkan kepada Moskow. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
MOSKOW - Rudal hipersonik Oreshnik Rusia, yang baru-baru ini menyerang pabrik misil Ukraina, ternyata dikembangkan menggunakan peralatan manufaktur canggih dari perusahaan-perusahaan Barat meskipun ada sanksi yang dijatuhkan kepada Moskow.

Itu diungkap The Financial Times dalam laporannya pada 27 Desember 2024.

Rudal tersebut, yang menggempur pabrik rudal Ukraina di Dnipro pada 21 November, digambarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai respons terhadap penggunaan senjata Amerika Serikat dan Inggris oleh Ukraina untuk menyerang lebih dalam ke Rusia.

Dua lembaga teknik senjata utama Rusia—Institut Teknologi Termal Moskow (MITT) dan Sozvezdie—disebut oleh intelijen Ukraina sebagai pengembang Oreshnik.

Baca Juga: Duel Teknologi, Putin Tantang Sistem Misil Barat Tembak Jatuh Rudal Hipersonik Oreshnik

Menurut laporan Financial Times, kedua lembaga itu memasang lowongan pekerjaan pada tahun 2024 yang menyebutkan keahlian dalam mengoperasikan sistem pengerjaan logam Jerman dan Jepang.

Lowongan tersebut menyebutkan sistem kontrol Fanuc (Jepang), Siemens, dan Haidenhein (keduanya Jerman) untuk mesin kontrol numerik komputer presisi tinggi yang penting untuk produksi rudal.

Meskipun sanksi memperlambat aliran peralatan tersebut, analisis Financial Times menemukan bahwa setidaknya komponen Heidenhain senilai USD3 juta dikirimkan ke Rusia pada tahun 2024, dengan beberapa pembeli yang terkait erat dengan produksi militer.

Pakar pertahanan Fabian Hoffmann dari Universitas Oslo menyatakan bahwa Oreshnik bukanlah pengembangan yang sepenuhnya baru, melainkan modifikasi rudal RS-26 Rubezh.

Sementara Putin telah mengumumkan rencana untuk produksi massal Oreshnik, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada The Kyiv Independent bahwa Rusia kemungkinan hanya memiliki sejumlah kecil rudal eksperimental ini.

Ketergantungan pada mesin Barat menunjukkan kerentanan yang berkelanjutan dalam industri pertahanan Rusia di tengah sanksi yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk membatasi kemampuan militernya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Infografis
Rudal Oreshnik Rusia...
Rudal Oreshnik Rusia Tak Bisa Dicegat, Nasib Ukraina Mencemaskan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved