Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Gunakan Teknologi Canggih Barat Meski Ada Sanksi, Kok Bisa?
Minggu, 29 Desember 2024 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut laporan Financial Times, kedua lembaga itu memasang lowongan pekerjaan pada tahun 2024 yang menyebutkan keahlian dalam mengoperasikan sistem pengerjaan logam Jerman dan Jepang.
Lowongan tersebut menyebutkan sistem kontrol Fanuc (Jepang), Siemens, dan Haidenhein (keduanya Jerman) untuk mesin kontrol numerik komputer presisi tinggi yang penting untuk produksi rudal.
Meskipun sanksi memperlambat aliran peralatan tersebut, analisis Financial Times menemukan bahwa setidaknya komponen Heidenhain senilai USD3 juta dikirimkan ke Rusia pada tahun 2024, dengan beberapa pembeli yang terkait erat dengan produksi militer.
Pakar pertahanan Fabian Hoffmann dari Universitas Oslo menyatakan bahwa Oreshnik bukanlah pengembangan yang sepenuhnya baru, melainkan modifikasi rudal RS-26 Rubezh.
Sementara Putin telah mengumumkan rencana untuk produksi massal Oreshnik, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada The Kyiv Independent bahwa Rusia kemungkinan hanya memiliki sejumlah kecil rudal eksperimental ini.
Ketergantungan pada mesin Barat menunjukkan kerentanan yang berkelanjutan dalam industri pertahanan Rusia di tengah sanksi yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk membatasi kemampuan militernya.
Lowongan tersebut menyebutkan sistem kontrol Fanuc (Jepang), Siemens, dan Haidenhein (keduanya Jerman) untuk mesin kontrol numerik komputer presisi tinggi yang penting untuk produksi rudal.
Meskipun sanksi memperlambat aliran peralatan tersebut, analisis Financial Times menemukan bahwa setidaknya komponen Heidenhain senilai USD3 juta dikirimkan ke Rusia pada tahun 2024, dengan beberapa pembeli yang terkait erat dengan produksi militer.
Pakar pertahanan Fabian Hoffmann dari Universitas Oslo menyatakan bahwa Oreshnik bukanlah pengembangan yang sepenuhnya baru, melainkan modifikasi rudal RS-26 Rubezh.
Sementara Putin telah mengumumkan rencana untuk produksi massal Oreshnik, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada The Kyiv Independent bahwa Rusia kemungkinan hanya memiliki sejumlah kecil rudal eksperimental ini.
Ketergantungan pada mesin Barat menunjukkan kerentanan yang berkelanjutan dalam industri pertahanan Rusia di tengah sanksi yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk membatasi kemampuan militernya.
(mas)
Lihat Juga :