Chisako Kakehi, Terpidana Mati 'Black Widow' Jepang, Tewas di Penjara

Jum'at, 27 Desember 2024 - 15:21 WIB
loading...
Chisako Kakehi, Terpidana...
Chisako Kakehi, terpidana mati Jepang yang dijuluki Black Widow, telah meninggal di sebuah pusat penahanan. Foto/NDTV
A A A
TOKYO - Chisako Kakehi (78), terpidana mati Jepang yang dijuluki "Black Widow", telah meninggal di sebuah pusat penahanan. Demikian disampaikan para pejabat berwenang setempat, Jumat (27/12/2024).

Chisako Kakehi dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan tiga pria, termasuk suaminya, dan percobaan pembunuhan terhadap pria lain sekitar satu dekade lalu dalam sebuah kasus yang menggemparkan Jepang.

"Kematiannya dikonfirmasi di sebuah rumah sakit pada hari Kamis setelah dia ditemukan terbaring di selnya di pusat penahanan Osaka,” kata seorang pejabat Kementerian Kehakiman kepada AFP.

Penyebab kematian belum ditentukan, kata pejabat tersebut. Media Jepang melaporkan bahwa kematian si “Black Widow” mungkin disebabkan oleh penyakit yang tidak diungkapkan.

Baca Juga: Demi Warisi Uang, 'Janda Hitam' Jepang Racuni Suami dengan Sianida

Hukuman mati Kakehi ditegakkan pada tahun 2021, dengan hakim Mahkamah Agung Yuko Miyazaki mengatakan: “Dia telah menggunakan sianida pada para pria setelah membuat mereka mempercayainya sebagai pasangan hidup.”

"Ini adalah kejahatan yang diperhitungkan dan kejam berdasarkan niat kuat untuk membunuh," kata Miyazaki.

Kakehi dilaporkan mengumpulkan satu miliar yen (USD9 juta pada saat itu) dalam pembayaran asuransi dan warisan selama 10 tahun tetapi kemudian kehilangan sebagian besar uang tersebut melalui perdagangan finansial yang tidak berhasil.

Dia memiliki hubungan terutama dengan pria lanjut usia atau sakit dan bertemu beberapa melalui agen kencan, di mana dia dilaporkan mensyaratkan bahwa calon pasangan harus kaya dan tidak memiliki anak.

Racun itu ditemukan di tubuh setidaknya dua pria yang terlibat hubungan dengannya dan polisi dilaporkan menemukan jejak sianida di tempat sampah di rumahnya di Kyoto.

Kematian pasangannya tidak segera diselidiki karena polisi awalnya memastikan mereka meninggal karena penyakit, tanpa melakukan autopsi pada sebagian besar pasangannya.

Penangkapannya baru dilakukan setelah polisi menemukan suami terakhirnya, Isao Kakehi yang berusia 75 tahun, meninggal karena keracunan sianida. Polisi kemudian mulai menyelidiki kasus-kasus sebelumnya dan menemukan sebuah pola.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved