Rusia Serang Ukraina saat Natal, Zelensky Sebut Putin Tak Manusiawi

Kamis, 26 Desember 2024 - 08:18 WIB
loading...
Rusia Serang Ukraina...
Rusia serang Ukraina saat Natal. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebut Presiden Rusia Vladimir Putin tak manusiawi. Foto/Layanan Darurat Negara Ukraina
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Vololdymyr Zelensky menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin bertindak tidak manusiawi setelah Moskow menyerang Kyiv pada Hari Natal.

Menurut militer Kyiv, serangan yang menargetkan infrastruktur energi penting Ukraina itu melibatkan sedikitnya 184 rudal dan pesawat nirawak. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

“Hari ini (Rabu), Putin dengan sengaja memilih Natal untuk menyerang. Apa yang bisa lebih tidak manusiawi?” kata Zelensky dalam pernyataannya tentang serangan Rusia.

”Lebih dari 70 rudal, termasuk rudal balistik, dan lebih dari seratus pesawat nirawak serang (terlibat). Sasarannya adalah energi kita. Mereka terus berjuang untuk pemadaman listrik,”paparnya.

Baca Juga: Rusia Klaim Serangan Natal ke Ukraina Sukses Capai Tujuan

“Kejahatan Rusia tidak akan menghancurkan Ukraina dan tidak akan mendistorsi Natal,” imbuh Zelensky, yang dilansir AFP,Kamis (25/12/2024).

Militer Ukraina mengeklaim berhasil menjatuhkan 58 rudal dan beberapa rudal lainnya meleset dari targetnya.

Publik Ukraina terbangun pada pukul 05.30 waktu setempat karena alarm serangan udara, yang kemudian diikuti oleh laporan Angkatan Udara bahwa Rusia telah meluncurkan rudal jelajah Kalibr dari Laut Hitam.

Di ibu kota Ukraina, Kyiv, beberapa penduduk yang tidak memiliki listrik terpaksa menghabiskan Natal dengan meringkuk di dalam stasiun metro bawah tanah.

Pemadaman listrik yang meluas juga terjadi di wilayah Kharkiv, yang memengaruhi 500.000 orang. Penduduk tersebut harus bertahan hidup dalam suhu mendekati nol tanpa akses ke pemanas.

“Kharkiv sedang diserang rudal besar-besaran,” tulis wali kota kota tersebut, Ihor Terekhov, di Telegram selama serangan tersebut.

“Serangkaian ledakan terdengar di kota itu dan masih ada rudal balistik yang mengarah ke kita,”lanjut dia.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi, dalam pengarahan hariannya, bahwa mereka memang telah melakukan serangan yang menargetkan infrastruktur energi penting Ukraina.

Sepanjang invasi, yang dimulai pada Februari 2022, Rusia telah berhasil mengurangi setengah kapasitas pembangkit listrik Ukraina.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina, Bridget Brink, dengan agak muram menggambarkan serangan itu sebagai “hadiah Natal Rusia untuk Ukraina”.

Brink menuduh Putin menargetkan keluarga Ukraina yang merayakan Natal di rumah mereka dan infrastruktur energi yang membuat mereka tetap hangat.

“Untuk musim liburan ketiga, Rusia menjadikan musim dingin sebagai senjata,” ujarnya.

Presiden AS Joe Biden menyebut serangan itu keterlaluan.

“Saya telah mengarahkan Departemen Pertahanan untuk melanjutkan lonjakan pengiriman senjata ke Ukraina, dan Amerika Serikat akan terus bekerja tanpa lelah untuk memperkuat posisi Ukraina dalam pertahanannya melawan pasukan Rusia,” kata Biden.

Inggris juga mengutuk serangan tersebut.

“Saya memberikan penghormatan kepada ketahanan rakyat Ukraina, dan kepemimpinan Presiden Zelensky, dalam menghadapi serangan pesawat nirawak dan rudal lebih lanjut dari mesin perang Putin yang berdarah dan brutal, tanpa henti, bahkan saat Natal,” kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

“Saat kita memasuki tahun baru, tetap penting bagi kita untuk menggandakan tekad kita untuk menempatkan Ukraina pada posisi sekuat mungkin guna mengakhiri agresi ilegal Rusia,” paparnya.

“Putin telah memilih Hari Natal untuk menyerang warga sipil tak berdosa di Ukraina. Zelensky benar, ini tidak manusiawi,” kata Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy.

“Pikiran kami bersama rakyat Ukraina. Kami akan berdiri bersama mereka pada hari ini,” imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved