Apakah Israel Mendikte Kebijakan AS di Timur Tengah?

Senin, 23 Desember 2024 - 01:10 WIB
loading...
Apakah Israel Mendikte...
Israel mendikter kebijakan AS di Timur Tengah. Foto/X/@tparsi
A A A
DAMASKUS - Minggu ini, delegasi Departemen Luar Negeri AS mengunjungi Suriah untuk mengadakan pembicaraan dengan kepala pemerintahan transisi baru negara itu, seorang pria yang kepalanya sebelumnya diberi hadiah USD10 juta oleh pemerintah AS yang sekarang telah dicabut.

AS mungkin ingin meninggalkan Suriah setelah yang terakhir dinetralisir sebagai "pilar penting dalam Poros Perlawanan" dan menjadi rentan terhadap perampasan tanah Israel, pengamat dan analis Timur Tengah Sonia Mansour mengatakan kepada Sputnik.

“Suriah sekarang berada di bawah pengaruh dua sekutu AS, Israel dan Turki. Baik Israel maupun Turki akan memastikan bahwa kebijakan luar negeri Suriah akan sesuai dengan kepentingan Amerika Serikat, yang merupakan kepentingan Israel,” jelas Mansour.

Masa depan Suriah baik sebagai negara maupun sebagai masyarakat, beserta integritas teritorialnya, tidak menjadi perhatian Washington “selama tujuan Israel terpenuhi.”

Baca Juga: Kebencian Anti-Muslim Meningkat Dratis di Eropa setelah Perang Gaza

Sementara itu, tujuan UE di Suriah sejalan dengan tujuan AS, Mansour mencatat, meskipun dengan satu peringatan kecil: Brussels juga “berharap untuk membendung arus pengungsi dari wilayah tersebut.”

Jika perang Gaza membuktikan sesuatu, itu adalah bahwa kepentingan Amerika Serikat dan Israel di wilayah tersebut kini tidak dapat dibedakan, dan apa pun kepentingan yang mungkin dimiliki Israel, ia memutuskan caranya, sementara AS menyetujui dan terlibat untuk memenuhi tujuan Israel,” kata Mansour.

Sebelumnya tujuan Amerika Serikat di Timur Tengah sebagian besar terkait dengan energi atau minyak, kini AS hanya ingin memastikan status dominan Israel di kawasan tersebut.

"Energi tidak lagi mendikte kebijakan AS di kawasan tersebut, hanya Israel yang melakukannya," kata Mansour.

"Pemerintah Suriah yang baru tidak akan menantang Israel. Pemerintahan itu akan menjadi pemerintahan yang lemah, tanpa tentara yang nyata. Pemerintahan itu akan menjadi negara polisi yang akan mendasarkan legitimasinya pada pembentukan masyarakat Islam yang ramah terhadap pasar dan Israel," prediksinya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved