Majalah Prancis Dulu Menghina Nabi Muhammad, Kini Gelar Kontes Kartun Mengejek Tuhan
Senin, 16 Desember 2024 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Pembela kebebasan berbicara di Prancis melihat kemampuan untuk mengkritik dan mengejek agama sebagai kemenangan utama dalam pertempuran selama berabad-abad di dalam negeri untuk melepaskan diri dari pengaruh Gereja Katolik.
Namun, para kritikus berpendapat bahwa Charlie Hebdo telah secara tidak sengaja menyinggung orang-orang beriman dan bahkan Islamofobia, dengan menunjuk pada karikatur Nabi Muhammad yang tampaknya mengaitkan Islam dengan terorisme.
Ia secara teratur menerbitkan kartun yang mengolok-olok agama lain, termasuk Kristen.
Penggambaran Perawan Maria pada bulan Agustus yang menderita virus mpox memicu dua tuntutan hukum dari organisasi Katolik.
Pada peringatan pertama serangan tersebut, majalah mingguan tersebut menerbitkan kartun di halaman depan tentang sosok berjanggut yang diklaim mirip Tuhan yang membawa senapan Kalashnikov dengan judul "Satu tahun kemudian, pembunuhnya masih dalam pelarian".
Namun, para kritikus berpendapat bahwa Charlie Hebdo telah secara tidak sengaja menyinggung orang-orang beriman dan bahkan Islamofobia, dengan menunjuk pada karikatur Nabi Muhammad yang tampaknya mengaitkan Islam dengan terorisme.
Ia secara teratur menerbitkan kartun yang mengolok-olok agama lain, termasuk Kristen.
Penggambaran Perawan Maria pada bulan Agustus yang menderita virus mpox memicu dua tuntutan hukum dari organisasi Katolik.
Pada peringatan pertama serangan tersebut, majalah mingguan tersebut menerbitkan kartun di halaman depan tentang sosok berjanggut yang diklaim mirip Tuhan yang membawa senapan Kalashnikov dengan judul "Satu tahun kemudian, pembunuhnya masih dalam pelarian".
(mas)
Lihat Juga :