Upaya Sinifikasi China Berlanjut, Agama dan Identitas Tibet Terancam Hilang

Senin, 16 Desember 2024 - 09:25 WIB
loading...
A A A
Lebih jauh, China diketahui menggunakan penemuan arkeologi di wilayah seperti Tibet dan Turkestan Timur (Xinjiang) untuk menciptakan narasi palsu, dengan menyatakan bahwa hal itu merupakan bukti bahwa mereka telah menjadi bagian dari wilayah tersebut sejak zaman kuno, yang membuat para ahli yang diakui di bidangnya merasa khawatir. Pada September 2024, China mengaku telah menemukan lebih dari 300 situs peninggalan budaya di Daerah Otonomi Tibet (TAR).

Beijing sangat waspada terhadap umat Buddha, dan telah memenjarakan sejumlah biksu dan biarawati Tibet atas berbagai alasan. Dalam upayanya mengendalikan agama di wilayah Himalaya yang bergolak, China telah mengumumkan bahwa semua artefak keagamaan di tempat-tempat ibadah di Tibet adalah milik negara China.

Sinifikasi Tibet


China telah memerintah Tibet dengan tangan besi sejak pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mendudukinya di tahun 1950. Warga Tibet yang berani memprotes atau menuntut kebebasan yang lebih besar sering dipenjara dan diduga mengalami penyiksaan.

Aturan pemerintah China juga menetapkan bahwa semua tanda penjelasan di situs budaya seperti makam, gua, dan lukisan gua harus dalam bahasa Tibet dan Mandarin.

Akhir-akhir ini, media China mulai menyebut Tibet sebagai “Xizang”, beberapa hari setelah Beijing menerbitkan buku putih pada Desember 2023 yang berjudul "Kebijakan CPC tentang Tata Kelola Xizang di Era Baru: Pendekatan dan Prestasi”, yang menguraikan perkembangan di Tibet sejak Presiden Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012. Perubahan nama tersebut mencerminkan penekanan Beijing pada kedaulatan Tibet dan upayanya menjalankan "kekuatan diskursus”.

“Sinifikasi Buddhisme Tibet" melibatkan penenggelaman praktik dan kepercayaan Buddha sejati dengan unsur-unsur budaya dan bahasa China. Pemerintah China telah secara sistematis merusak agama Buddha Tibet melalui berbagai tindakan.

Tindakan tersebut termasuk memberlakukan peraturan yang bermotif politik terhadap agama Buddha Tibet, seperti peraturan tentang reinkarnasi para Lama, dan menegakkan kebijakan yang bertujuan untuk mensinifikasi budaya Tibet.

Akhirnya, harus dipahami bahwa tujuan utama dari kehadiran artefak dan benda suci Buddha Tibet adalah sebagai “pendukung praktik” keagamaan mereka. Gambar-gambar suci mewakili perwujudan para Buddha, dewa, dan guru, dan setelah disucikan oleh para Lama, memiliki kekuatan untuk memberikan berkah.

Umat Buddha Tibet menganggap gambar-gambar suci sebagai “pendukung” atau “wadah” (tib. rten) para dewa, dan karena alasan itulah menjadi “objek pemujaan Buddha yang paling dihormati”.

Dengan memamerkan relik dan mendukung Panchen Lama ke-11, China tidak dapat mengeklaim warisan agama Buddha, kecuali jika benar-benar menghormati agama tersebut dan memberikan kebebasan kepada umat Buddha untuk menjalankannya sesuai keinginan mereka.

Jika hal tersebut tidak terjadi, maka hanya akan menjadi upaya palsu dari China untuk mengeklaim Tibet dan agama Buddha.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Pernah Didiagnosis Depresi...
Pernah Didiagnosis Depresi Mayor, Saddam Permana Ceritakan Titik Terendah Hidupnya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved