Presiden Prancis Ingin Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Ukraina

Minggu, 15 Desember 2024 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, menekankan pada hari Kamis bahwa Rusia dan Ukraina pertama-tama perlu menyetujui gencatan senjata agar misi penjaga perdamaian dapat dilaksanakan. Ia juga mencatat bahwa "setiap negara Eropa" harus memutuskan apakah akan berpartisipasi dalam upaya tersebut.

Sumber-sumber mengatakan kepada Radio Free Europe bahwa masalah tersebut saat ini sedang diangkat untuk meletakkan dasar bagi diskusi dengan Trump, guna memastikan kehadiran Uni Eropa dalam perundingan perdamaian yang potensial.

Presiden terpilih AS tersebut telah berulang kali berjanji untuk mengakhiri konflik Ukraina dalam waktu 24 jam setelah kembali ke Gedung Putih. Pilihannya untuk utusan khusus di Ukraina dan Rusia, pensiunan Jenderal Angkatan Darat Keith Kellogg, dilaporkan menjadi salah satu penulis rancangan rencana perdamaian yang akan membekukan konflik di sepanjang garis yang berlaku saat ini tanpa mengakui kedaulatan Rusia atas wilayah yang diklaim oleh Ukraina, sambil menangguhkan tawaran keanggotaan NATO bagi Kiev.

Rusia telah berulang kali mengesampingkan kemungkinan pembekuan konflik, dengan menegaskan bahwa penyelesaian hanya mungkin terjadi jika Ukraina menarik pasukannya dari wilayah Rusia, termasuk bekas wilayah Ukraina, dan jika tujuan operasi militer Moskow – termasuk netralitas dan demiliterisasi Ukraina – terpenuhi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Helikopter Tempur Apache...
Helikopter Tempur Apache AS Jatuh Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Rekomendasi
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Infografis
Profil Emmanuel Macron,...
Profil Emmanuel Macron, Presiden Prancis yang Takut pada Istrinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved