Mengapa Presiden Yoon Suk-yeol Mengingkari Tradisi Luhur Korea Selatan dengan Menolak Mundur?
Jum'at, 13 Desember 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Yoon menambahkan bahwa ia tidak akan menghindari "tanggung jawab hukum dan politiknya".
Sabtu lalu, upaya anggota parlemen oposisi untuk memakzulkan presiden gagal setelah anggota Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa memboikot pemungutan suara. Namun, anggota oposisi akan mengadakan pemungutan suara pemakzulan lagi akhir pekan ini dan telah berjanji untuk mengadakannya setiap Sabtu hingga Yoon dicopot dari jabatannya.
Pemimpin partai PPP, Choo Kyung-ho, mengundurkan diri setelah upaya pemakzulan yang gagal, dan pada hari Kamis partai tersebut memilih Kwon Seong-dong, seorang loyalis Yoon, sebagai penggantinya.
Kwon mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa ia akan mengadakan diskusi dengan anggota parlemen PPP tentang apakah mereka harus terus menentang pemakzulan Yoon.
Partai Yoon berharap dapat meyakinkan presiden untuk meninggalkan jabatannya lebih awal, daripada memaksanya keluar.
Baca Juga: G7 Dukung Penuh Pemerintahan Baru Suriah, Ini Syaratnya
Beberapa menit sebelum Yoon berbicara, pemimpin partainya Han Dong-hoon muncul di televisi dengan mengatakan bahwa sudah jelas bahwa presiden tidak akan mengundurkan diri. Han kemudian mendesak anggota partai untuk memberikan suara guna menyingkirkannya dari jabatan pada hari Sabtu ini.
Oposisi mengajukan mosi pemakzulan lainnya pada hari Kamis, yang akan menjadi ajang pemungutan suara pada pukul 17:00 waktu setempat (09:00 GMT) pada hari Sabtu.
Sabtu lalu, upaya anggota parlemen oposisi untuk memakzulkan presiden gagal setelah anggota Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa memboikot pemungutan suara. Namun, anggota oposisi akan mengadakan pemungutan suara pemakzulan lagi akhir pekan ini dan telah berjanji untuk mengadakannya setiap Sabtu hingga Yoon dicopot dari jabatannya.
Pemimpin partai PPP, Choo Kyung-ho, mengundurkan diri setelah upaya pemakzulan yang gagal, dan pada hari Kamis partai tersebut memilih Kwon Seong-dong, seorang loyalis Yoon, sebagai penggantinya.
Kwon mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa ia akan mengadakan diskusi dengan anggota parlemen PPP tentang apakah mereka harus terus menentang pemakzulan Yoon.
Partai Yoon berharap dapat meyakinkan presiden untuk meninggalkan jabatannya lebih awal, daripada memaksanya keluar.
Baca Juga: G7 Dukung Penuh Pemerintahan Baru Suriah, Ini Syaratnya
Beberapa menit sebelum Yoon berbicara, pemimpin partainya Han Dong-hoon muncul di televisi dengan mengatakan bahwa sudah jelas bahwa presiden tidak akan mengundurkan diri. Han kemudian mendesak anggota partai untuk memberikan suara guna menyingkirkannya dari jabatan pada hari Sabtu ini.
Oposisi mengajukan mosi pemakzulan lainnya pada hari Kamis, yang akan menjadi ajang pemungutan suara pada pukul 17:00 waktu setempat (09:00 GMT) pada hari Sabtu.
Lihat Juga :