Mengapa Presiden Yoon Suk-yeol Mengingkari Tradisi Luhur Korea Selatan dengan Menolak Mundur?
Jum'at, 13 Desember 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Jika parlemen Korea Selatan meloloskan RUU pemakzulan, persidangan akan diadakan oleh Mahkamah Konstitusi. Dua pertiga anggota pengadilan tersebut harus mendukung mayoritas agar Yoon dapat dicopot dari jabatannya secara permanen.
Yoon juga menuduh simpatisan Korea Utara mencoba melemahkan pemerintahannya ketika ia mengumumkan darurat militer pada malam tanggal 3 Desember.
Pengumuman tersebut menjerumuskan negara tersebut ke dalam kekacauan politik. Para pengunjuk rasa berhadapan dengan pasukan keamanan di depan gedung Majelis Nasional sementara para anggota parlemen berebut untuk menolak perintah Yoon.
Yoon mencabut perintah darurat militernya beberapa jam setelah diblokir oleh anggota parlemen.
Sejak itu, negara itu tetap gelisah. Terjadi protes dan pemogokan besar-besaran yang menuntut pemakzulan Yoon, dan kantor kepresidenan digerebek pada hari Rabu saat Yoon menghadapi berbagai penyelidikan atas tuduhan pemberontakan dan pengkhianatan.
Sementara itu, mantan menteri pertahanan Kim Yong-hyun, yang mengundurkan diri dan bertanggung jawab atas pengumuman darurat militer, mencoba bunuh diri saat ditahan pada hari Selasa, kata para pejabat. Kondisinya stabil.
2. Menjadi Presiden yang Tak Memiliki Daya dan Tenaga
Melansir BBC, Yoon telah menjadi presiden yang tidak berdaya sejak oposisi memenangkan pemilihan umum bulan April dengan telak - pemerintahannya tidak dapat meloloskan undang-undang yang diinginkannya dan terpaksa memveto RUU yang diusulkan oleh oposisi.Yoon juga menuduh simpatisan Korea Utara mencoba melemahkan pemerintahannya ketika ia mengumumkan darurat militer pada malam tanggal 3 Desember.
Pengumuman tersebut menjerumuskan negara tersebut ke dalam kekacauan politik. Para pengunjuk rasa berhadapan dengan pasukan keamanan di depan gedung Majelis Nasional sementara para anggota parlemen berebut untuk menolak perintah Yoon.
Yoon mencabut perintah darurat militernya beberapa jam setelah diblokir oleh anggota parlemen.
Sejak itu, negara itu tetap gelisah. Terjadi protes dan pemogokan besar-besaran yang menuntut pemakzulan Yoon, dan kantor kepresidenan digerebek pada hari Rabu saat Yoon menghadapi berbagai penyelidikan atas tuduhan pemberontakan dan pengkhianatan.
Sementara itu, mantan menteri pertahanan Kim Yong-hyun, yang mengundurkan diri dan bertanggung jawab atas pengumuman darurat militer, mencoba bunuh diri saat ditahan pada hari Selasa, kata para pejabat. Kondisinya stabil.
(ahm)
Lihat Juga :