Trump akan Keluarkan Lebih dari 25 Perintah Eksekutif di Hari Pertama Menjabat

Kamis, 12 Desember 2024 - 19:45 WIB
loading...
Trump akan Keluarkan...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengeluarkan lebih dari 25 perintah eksekutif pada hari pertamanya menjabat.

Langkah ini akan secara “dramatis” mengubah sejumlah kebijakan pemerintah, menurut laporan Reuters.

Trump telah memberi tahu para pembantunya bahwa dia ingin membuat “gebrakan besar” dan bertindak dengan skala dan kecepatan yang lebih besar daripada masa jabatan pertamanya, dua sumber anonim mengatakan kepada kantor berita tersebut.

“Lebih banyak perintah akan dikeluarkan dalam beberapa hari dan pekan berikutnya,” ungkap sumber tersebut.

“Rakyat Amerika dapat mengandalkan Presiden Trump untuk menggunakan kekuasaan eksekutifnya pada hari pertama untuk memenuhi janji-janji yang dia buat kepada mereka di jalur kampanye,” tegas juru bicara Trump, Karoline Leavitt kepada Reuters pada hari Rabu (11/12/2024).

Perintah eksekutif adalah arahan presiden yang menginstruksikan pemerintah AS apa yang harus dilakukan dan bagaimana, dalam batas-batas konstitusi.

Presiden AS Joe Biden yang akan lengser memulai masa jabatannya pada tahun 2021 dengan menandatangani 17 dokumen tersebut, yang sebagian besar mencabut kebijakan yang diberlakukan Trump selama masa jabatan pertamanya.

Menurut Reuters, beberapa dekrit pertama akan difokuskan pada penegakan hukum imigrasi, termasuk melanjutkan pembangunan tembok di perbatasan dengan Meksiko.

Meskipun hal ini dapat menghadapi beberapa penolakan dari negara-negara bagian yang diperintah oleh Partai Demokrat, di bawah pemerintahan Biden ditetapkan di pengadilan bahwa imigrasi sepenuhnya berada dalam lingkup pemerintah federal.

Satu perintah eksekutif yang direncanakan akan mengakhiri kewarganegaraan berdasarkan kelahiran, yang telah diberikan AS kepada siapa pun yang lahir di negara tersebut berdasarkan interpretasi Amandemen ke-14.

Para pembantu Trump mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintahan yang akan datang akan siap untuk membela hal ini di pengadilan.

Perintah eksekutif lain yang dikabarkan akan membahas tentang pembalikan promosi "kesetaraan" pemerintahan Biden, termasuk aturan transgender dan preferensi rasial, serta "pelatihan keberagaman" wajib bagi kontraktor federal.

Satu sumber dari tim transisi Departemen Luar Negeri AS menggambarkan satu perintah eksekutif yang akan meninjau keputusan perekrutan berdasarkan identitas daripada prestasi.

Stephen Miller, yang baru-baru ini diumumkan sebagai wakil kepala staf Trump untuk kebijakan, dilaporkan mengoordinasikan upaya perintah eksekutif tersebut.

Langkah-langkah tersebut dikatakan berdasarkan pada draf yang disediakan lembaga pemikir seperti America First Policy Institute, Conservative Partnership Institute, dan Heritage Foundation.

Banyak perintah eksekutif Trump dari periode pertama ditentang Partai Demokrat di pengadilan.

Meskipun sebagian besar akhirnya ditegakkan, penundaan tersebut berarti perintah-perintah tersebut tidak dilaksanakan sebelum Biden mengambil alih.

Baca juga: Sibuk Bantai Warga Palestina, Netanyahu Tetap Bersaksi di Sidang Kasus Korupsinya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved