Damaskus Kembali Normal, Rakyat Suriah Kembali Bekerja

Rabu, 11 Desember 2024 - 15:14 WIB
loading...
Damaskus Kembali Normal,...
Rakyat Suriah kembali normal bekerja. Foto/X/@OzKaterji
A A A
DAMASKUS - Di Damaskus, toko-toko mulai buka dan orang-orang di sini berusaha kembali ke suasana normal yang baru. Tidak ada situasi tegang dan ketakutan setelah kejatuhan Bashar Al Assad .

Bagi salah satu toko cokelat di Damaskus, jatuhnya rezim Assad juga berarti perubahan pelanggan.

"Kami buka kembali tanpa rasa takut karena orang-orang yang kami layani sekarang tidak mengintimidasi sama sekali. Sebelumnya, setiap orang yang datang untuk membeli dari kami adalah mereka yang mewakili seorang jenderal atau menteri yang setia kepada rezim Assad. Sekarang, syukurlah, itu tidak lagi terjadi," kata pekerja toko cokelat Joud Insani, dilansir BBC.

"Kami buka kembali tanpa rasa takut karena orang-orang yang hadir sekarang sama sekali tidak mengintimidasi. Kehidupan kami tidak diragukan lagi menjadi lebih baik."

BBC juga melaporkan, di salah satu pasar makanan dan sayur terkenal di ibu kota tempat orang-orang di sini sebagian besar fokus pada kehidupan sehari-hari mereka dan kembali normal.

Banyak pedagang yang membuka toko-toko dan banyak pegawai negeri kembali bekerja.

Baca Juga: Agama Warga Negara Suriah dan Persentasenya

"Sekarang kita memiliki oksigen di udara sementara pria lain mengatakan ada perayaan yang terus berlanjut mulai sekarang," demikian laporan BBC.

Para pemberontak belum berkomentar tentang serangan udara Israel - fokus mereka adalah memulihkan keadaan negara dan membuka kembali lembaga-lembaga publik.

Kebanyakan orang kesal dengan serangan udara Israel, tetapi ini telah terjadi selama pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad selama beberapa tahun terakhir.

BBC melaporkan bahwa pemberontak juga telah menguasai kota Deir al-Zour di timur setelah pasukan Kurdi mundur. Ini adalah kota yang sangat penting karena kaya akan minyak - jadi para pemberontak ingin memastikan minyak datang dan mereka mengendalikan sumber dayanya.

"Sekarang, orang-orang hanya fokus pada keselamatan dan ketenangan dan itulah yang dikatakan perdana menteri sementara bahwa inilah yang dibutuhkan negara saat ini," demikian laporan BBC.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved