Proyek China di Pakistan dan Tajikistan Terancam oleh Meningkatnya Gelombang Kekerasan

Minggu, 08 Desember 2024 - 11:04 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Pekerja China Jadi Target Serangan Teror di Pakistan, Ada Apa Gerangan?

Kelompok Islamis seperti Islamic State-Khorasan (ISIS-K) dan cabang lokal al-Qaeda juga telah menargetkan warga negara China, yang dimotivasi oleh penentangan mereka terhadap pengaruh asing dan permusuhan ideologis atas perlakuan China terhadap populasi minoritas Muslimnya.

Menurut Kadeem, meningkatnya frekuensi serangan telah berdampak besar pada stabilitas ekonomi dan politik Pakistan. Investasi China, khususnya di bawah CPEC, dipandang sebagai penyelamat bagi ekonomi Pakistan yang sedang berjuang.

Namun, meningkatnya kekerasan telah membayangi proyek-proyek ini, dengan Beijing semakin menyuarakan rasa frustrasi atas ketidakmampuan Islamabad untuk memastikan keamanan.

Memang, ada tanda-tanda bahwa investor China mempertimbangkan kembali komitmen mereka. Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek, meningkatnya biaya karena langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan, dan hilangnya personel yang terampil telah menjadikan CPEC sebagai isu kontroversial.

Inti dari isu ini adalah keluhan yang belum terselesaikan di wilayah-wilayah seperti Balochistan dan Sindh, tempat banyak proyek CPEC terkonsentrasi. Masyarakat lokal sering kali memandang inisiatif-inisiatif ini sebagai eksploitatif, yang menguntungkan pemangku kepentingan eksternal dan membuat mereka tetap miskin.

Misalnya, Balochistan, walau kaya akan sumber daya alam, tetap menjadi salah satu wilayah Pakistan yang paling terbelakang. Warga menuduh pemerintah dan investor asing mengeksploitasi sumber daya mereka tanpa memperhatikan kebutuhan lokal.

Seperti yang diungkapkan seorang penduduk desa: "Kami melihat tanah kami diambil dan sumber daya kami dikuras, tetapi kami tidak memiliki apa pun untuk ditunjukkan—tidak ada sekolah, tidak ada rumah sakit, tidak ada pekerjaan."

Proyek China di Tajikistan


Serangan baru-baru ini juga menyoroti tren mengkhawatirkan dari meningkatnya ketepatan dan perencanaan. Kelompok-kelompok seperti BLA dan TTP memiliki akses ke persenjataan canggih, yang sering diperoleh melalui penyelundupan atau penjarahan.

Penggunaan bahan peledak modern dan koordinasi dalam serangan menunjukkan adanya pendanaan dan pelatihan eksternal, yang menimbulkan pertanyaan tentang dinamika geopolitik yang lebih luas yang memengaruhi kekerasan. Perekrutan perempuan dan individu muda ke dalam barisan militan semakin mempersulit upaya kontraterorisme.

Perkembangan ini menunjukkan adanya pergeseran dalam strategi operasional kelompok-kelompok tersebut, yang membuat mereka lebih sulit diprediksi dan dilawan. Pakistan dengan meningkatnya radikalisasi di kalangan pemuda telah menjadi lahan subur bagi kelompok-kelompok ekstrem untuk merekrut kader mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved