Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Jum'at, 06 Desember 2024 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
"Aturan mainnya adalah membantu warga Suriah untuk berdamai satu sama lain dan mencegah ancaman separatis semakin kuat," ungkap diplomat itu.
Dia menekankan, "Itulah yang dilakukan Amerika di wilayah timur Suriah ketika mereka melatih beberapa separatis Kurdi dengan menggunakan keuntungan dari penjualan minyak dan gandum, sumber daya yang mereka kuasai."
"Kami ingin berdiskusi dengan semua mitra kami dalam proses ini tentang cara memutus jalur pendanaan dan mempersenjatai para teroris,” ungkap dia.
Lavrov telah berbicara dengan Menlu Turki dan Iran, katanya kepada Carlson, dan bermaksud bertemu dengan mereka lagi pada hari Jumat di sebuah konferensi di Qatar.
Menurut dia, Rusia akan mendorong "implementasi ketat" dari kesepakatan mengenai Idlib karena provinsi Suriah itu adalah tempat para teroris muncul.
“Pengaturan yang dicapai pada tahun 2019 dan 2020 memungkinkan teman-teman Turki kita untuk mengendalikan situasi di zona de-eskalasi Idlib dan memisahkan HTS dari oposisi, yang bukan teroris dan bekerja sama dengan Turki,” papar Lavrov.
Dia menekankan, "Itulah yang dilakukan Amerika di wilayah timur Suriah ketika mereka melatih beberapa separatis Kurdi dengan menggunakan keuntungan dari penjualan minyak dan gandum, sumber daya yang mereka kuasai."
"Kami ingin berdiskusi dengan semua mitra kami dalam proses ini tentang cara memutus jalur pendanaan dan mempersenjatai para teroris,” ungkap dia.
Lavrov telah berbicara dengan Menlu Turki dan Iran, katanya kepada Carlson, dan bermaksud bertemu dengan mereka lagi pada hari Jumat di sebuah konferensi di Qatar.
Menurut dia, Rusia akan mendorong "implementasi ketat" dari kesepakatan mengenai Idlib karena provinsi Suriah itu adalah tempat para teroris muncul.
“Pengaturan yang dicapai pada tahun 2019 dan 2020 memungkinkan teman-teman Turki kita untuk mengendalikan situasi di zona de-eskalasi Idlib dan memisahkan HTS dari oposisi, yang bukan teroris dan bekerja sama dengan Turki,” papar Lavrov.
Lihat Juga :