3 Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina Berakhir, Bakal Menang Banyak

Jum'at, 06 Desember 2024 - 15:28 WIB
loading...
3 Keuntungan Rusia Jika...
Ada tiga keuntungan Rusia jika perangnya melawan Ukraina diakhiri sekarang, salah satunya mendapat banyak wilayah. Foto/Sputnik
A A A
MOSKOW - Setidaknya, tiga keuntungan akan dinikmati Rusia jika perang melawan Ukraina diakhiri sekarang. Salah satunya adalah mendapatkan banyak wilayah yang direbut dari pasukan Kyiv.

Perang yang dimulai pada Februari 2022 telah menimbulkan dampak besar bagi kedua negara dan juga dunia internasional.

Jika konflik ini berakhir dalam waktu dekat atau bahkan sekarang, Rusia akan memperoleh beberapa keuntungan yang bisa mempengaruhi stabilitas ekonomi, politik, dan geopolitik.

Baca Juga: Rusia Bersedia Akhiri Perang dengan Ukraina, Ini 3 Syaratnya

Tiga Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina

1. Mendapatkan Banyak Wilayah Ukraina Secara Permanen


Banyak wilayah yang penting Ukraina yang telah berada di bawah kendali Rusia. Wilayah-wilayah tersebut adalah Crimea, Donbas (Donetsk dan Luhansk), Kherson, dan Zaporizhzhia.

Jika perang berakhir melalui perundingan damai, tentu Rusia yang diuntungkan dengan merebut wilayah-wilayah tersebut.

Presiden Vladimir Putin telah menegaskan bahwa wilayah-wilayah yang telah menjadi bagian dari Rusia akan dipertahankan, termasuk dengan senjata nuklir sebagai perlawanan.

Meski demikian, Ukraina juga menguasai sebagian wilayah Kursk Rusia melalui serangan mengejutkan pada Agustus lalu.

2. Pemulihan Ekonomi dan Pengurangan Sanksi Internasional


Perang yang berlangsung lebih dari dua tahun telah memicu serangkaian sanksi internasional yang melumpuhkan perekonomian Rusia.

Negara-negara Barat, terutama Uni Eropa dan Amerika Serikat, telah menjatuhkan sanksi yang mencakup pembatasan perdagangan, sektor energi, perbankan, serta larangan atas barang-barang dan teknologi penting.

Jika perang berakhir, Rusia berpotensi mendapatkan kesempatan untuk meredakan atau bahkan mencabut sebagian besar sanksi tersebut.

Pemulihan hubungan perdagangan dengan negara-negara Barat dapat memperbaiki kondisi ekonomi Rusia. Sektor-sektor seperti energi, yang menjadi andalan ekspor Rusia, akan kembali mendapatkan akses lebih luas ke pasar internasional.

Selain itu, investasi asing yang sebelumnya menghindari Rusia karena ketegangan geopolitik dan risiko hukum akan kembali mengalir, menciptakan peluang pekerjaan dan mendorong pembangunan infrastruktur.

3. Cap Negara Pemenang Perang dan Penguatan Posisi Geopolitik


Jika perang diakhiri sekarang, Rusia akan dicap dalam sejarah sebagai pemenang perang dengan indikator telah merebut banyak wilayah dari Ukraina.

Label Rusia sebagai pemenang perang juga akan mencoreng citra Amerika Serikat dan NATO sebagai pendukung militer Kyiv dengan bantuan senjata yang melimpah.

Keuntungan lainnya adalah Rusia berpotensi memperkuat posisinya di kawasan Eropa dan Asia.

Meskipun mengalami kerugian dalam konflik ini, Rusia dapat mengambil langkah strategis untuk menegosiasikan kembali perbatasan, mendapatkan pengaruh yang lebih besar, dan memperkuat aliansi dengan negara-negara tetangga yang lebih condong ke Moskow.

Selain itu, dengan berakhirnya perang, Rusia dapat merespons tantangan dari negara-negara NATO dan meningkatkan hubungan dengan negara-negara yang memiliki ketergantungan pada energi Rusia.

Negara-negara seperti China, India, dan negara-negara Asia Tengah, yang telah menunjukkan sikap lebih netral atau mendukung Rusia selama perang, mungkin akan melihat Rusia sebagai mitra strategis yang lebih stabil.

Hal ini dapat memberi Rusia keuntungan geopolitik yang signifikan, terutama dalam menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved