7 Lokasi yang Diduga Tempat Yajuj Majuj Terkurung, Mana Saja?

Jum'at, 06 Desember 2024 - 15:30 WIB
loading...
A A A

6. Antara Samarkand dan India


Lanjut, ada tempat lain di antara Samarkand dan India yang juga dicurigai sebagai tempat dikurungnya bangsa Yajuj Majuj.

Sayyid Quthb dalam Tafsir azh-Zhilal pernah mengungkap sebuah dinding penghalang di dekat Kota Tirmidz yang terkenal dengan pintu besi pada awal abad ke-15.

Kemudian, ahli sejarah dari Spanyol Kla Pejo di dalam perjalannya pada 1403 M mengaku sempat melewatinya.

Ia juga menuliskan informasi bahwa penutup kota pintu besi ada di jalan antara Samarkand dan India.

Beberapa orang menduga pintu besi itu adalah dinding penghalang yang dibangun Raja Zulkarnain untuk mengurung bangsa Yajuj Majuj.

Lokasi ini sama seperti yang diungkapkan Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir "The Holy Qur'an" yaitu di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 Km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu.

7. Kutub Utara atau Selatan


Ada lagi teori yang menduga lokasi Yajuj Majuj dikurung adalah kutub. Alasannya didasarkan pada informasi yang mengungkap makhluk itu dikurung dalam tembok yang terbuat dari besi dan tembaga.

Kemudian, mereka setiap harinya juga berusaha untuk menggali agar bisa keluar dari tembok tersebut.

Mengutip Islamic Information, kondisi di atas mengindikasikan tembok Yajuj Majuj mungkin saja tertutup tanah, salju, es hingga pasir karena sudah lama.

Maka, Kutub Utara dan Selatan yang selalu diselimuti salju itu pernah diduga sebagai dinding yang mengurung makhluk tersebut.

Itulah beberapa tempat yang disangka jadi lokasi tembok Yajuj Majuj.

Baca juga: Baru Sepekan Berlaku, Israel Sudah Langgar Gencatan Senjata Lebanon 129 Kali
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved