Benarkah Al Qaeda Didanai Israel? Ini Penjelasannya

Selasa, 03 Desember 2024 - 18:30 WIB
loading...
Benarkah Al Qaeda Didanai...
Pejuang Al Qaeda terlibat pertempuran. Foto/Flickr/FreedomHouse
A A A
TEL AVIV - Mendengar nama Al Qaeda, orang telah mengenalinya sebagai kelompok teror yang dulu sering muncul dalam pemberitaan global.

Salah satu aksi paling menggemparkan dari kelompok pimpinan Osama bin Laden ini adalah serangannya pada 11 September 2001 silam di Amerika Serikat (AS).

Meski kelompok utamanya sudah dianggap lenyap dan terpecah menjadi kubu-kubu kecil, masih banyak pertanyaan seputar mengenai Al Qaeda. Di antaranya adalah sosok di balik pendanaan kelompok tersebut dalam beragam operasinya selama ini.

Melihat sekian teori yang bermunculan, salah satunya menyebut potensi Israel yang menjadi salah satu penyedia dananya. Lantas, apakah hal ini mungkin terjadi?

Benarkah Al Qaeda Didanai Israel?


Dugaan keterlibatan Israel di balik Al Qaeda didasarkan pada beberapa hal. Di antaranya mengacu pada penyataan eks Kepala Mossad Efraim Halevy pada 2016 lalu.

Mengutip Middle East Monitor, Efraim Halevy dalam wawancara bersama jurnalis Al Jazeera mengonfirmasi banyak hal terkait hubungan Israel dan Al Qaeda.

Pertama-tama, ia mengungkap Tel Aviv memang sempat menjalin aliansi taktis dengan Al Qaeda di Suriah.

Selama beberapa tahun perang Suriah, Israel telah bekerja sama dengan kelompok pemberontak yang dipimpin Al Qaeda di dekat Dataran Tinggi Golan.

Bantuan tersebut terutama berupa perawatan bagi pejuang Al Qaeda yang terluka dan kemudian membebaskan mereka kembali ke Suriah untuk melanjutkan pertempuran.

Halevy kemudian mengaitkan fakta Al Qaeda sebelumnya memang belum pernah menyerang Israel.

Maka dari itu, Tel Aviv berani mengambil risiko dengan membantu gerilyawan di Suriah tanpa khawatir tentang kemungkinan serangan dari Al Qaeda sewaktu-waktu.

Meski begitu, Halevy mengklaim ada faktor lain seperti motivasi kemanusiaan di balik perawatan Israel terhadap para pemberontak yang terluka di rumah sakit.

Pada akhirnya, ia terpaksa mengakui terdapat beberapa pertimbangan taktis juga yang dilakukan waktu itu.

Meski seharusnya perawatan medis bagi tawanan perang adalah hak dasar, Halevy memperjelas Israel melangkah lebih jauh. Ia membandingkan jika tawanan di sana adalah pejuang Hizbullah, mereka tidak akan rela membebaskannya.

Perbedaannya jelas. Memerangi Hizbullah adalah prioritas utama Israel mengingat ancaman yang mereka berikan.

Sementara Al Qaeda berbeda karena seperti yang dijelaskan, kelompok ekstremis itu tidak pernah berperang melawan Israel dengan cara apa pun.

Saat dicecar mengenai tanggapan Amerika Serikat, Halevy menyebut tidak terlalu khawatir. Meski mereka bersikap terus terang tentang aliansi Israel dengan Al Qaeda, Amerika Serikat sebenarnya juga melakukannya.

Terlepas dari insiden di masa lalu, AS selama periode 2016 ke belakang telah bergerak menuju dukungan terbuka untuk Al Qaeda di Suriah.

Mantan Kepala CIA, David Petraeus, berpendapat afiliasi resmi Al-Qaeda di Suriah dapat digunakan untuk memajukan tujuan perang AS di negara tersebut, yakni memerangi ISIS.

Berselang beberapa tahun berlalu, Suriah kembali memanas setelah kemunculan kelompok pecahan afiliasi Al Qaeda, Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang menyerang Aleppo pada awal Desember 2024 ini. Lagi, Israel disebut-sebut berperan dalam aksi itu.

Meski belum ada konfirmasi, beberapa pihak menganggap Israel bertujuan memakai HTS untuk melemahkan posisi Suriah.

Dengan itu, mereka nantinya bisa mengambil keuntungan untuk menumpas pejuang Hizbullah yang berada di negara tersebut.

Selain hal-hal di atas, tidak ada kejelasan mengenai Israel yang diduga ikut mendanai Al Qaeda. Mereka mungkin pernah bekerja sama, tetapi tidak diketahui lebih jauh mengenai hubungan keduanya secara rinci, termasuk dugaan pendanaan.

Baca juga: Pemberontak Bangkit, Erdogan Peringatkan Pemerintah Suriah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved