Pria China Dihukum Mati karena Mendorong Istrinya ke Laut demi Uang Asuransi

Selasa, 03 Desember 2024 - 11:11 WIB
loading...
Pria China Dihukum Mati...
Seorang pria China dihukum mati setelah mendorong istrinya ke laut demi mengeklaim uang asuransi jiwa korban. Foto/CCTV
A A A
BEIJING - Seorang pria berusia 47 tahun di China dijatuhi hukuman mati setelah mendorong istrinya ke laut untuk mengeklaim uang pembayaran asuransi.

Mengutip laporan dari media pemerintah China, CCTV, Selasa (3/12/2024), pria tersebut, yang diidentifikasi dengan nama keluarga Li, berencana untuk mengambil uang pembayaran asuransi jiwa istrinya untuk melunasi utangnya dan mendanai "jajan" pelacur.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), insiden tersebut terjadi pada 5 Mei 2021 di sebuah kapal feri yang berlayar dari Dalian di Provinsi Liaoning, ke Yantai di Provinsi Shandong, China timur.

Selama perjalanan, istri terdakwa, yang juga bermarga Li, jatuh dari pagar feri dan jatuh ke laut.

Baca Juga: Habisi 14 Orang dengan Sianida, Wanita Pecandu Judi Online Ini Dihukum Mati

Setelah pencarian selama 45 menit, pihak berwenang menemukan jasadnya. Setelah mengetahui kematiannya, suaminya tampak terkejut, duduk bersimpuh di tanah.

Awalnya, dia mengeklaim insiden itu tidak disengaja. Namun, penyidik mulai curiga karena lokasi kejadian berada di titik buta sistem pengawasan feri yang luas, yang terdiri dari lebih dari 200 kamera.

Lebih jauh, ahli forensik menemukan memar di wajah korban.

Selain itu, Li menunjukkan keinginan yang tidak biasa untuk mendapatkan surat kematian istrinya dari pihak berwenang, dengan mengutip adat setempat yang mengharuskan kremasi dalam waktu tiga hari setelah kematian.

Tanpa sepengetahuan Li, polisi telah menyusun rencana untuk mengundangnya ke Dalian dengan dalih memberikan surat kematian, sementara pada saat yang sama mengirim petugas ke Shanghai, tempat Li tinggal, untuk melakukan penyelidikan diam-diam terhadap aktivitasnya.

Penyelidikan mengungkap bahwa Li memiliki sebuah restoran di Shanghai, tetapi dia berjuang untuk melunasi utang.

Li tetap tidak menikah hingga Oktober 2020, ketika dia akhirnya menikahi seorang wanita berusia 46 tahun, yang juga bermarga Li, yang memiliki dua anak dari dua pernikahan sebelumnya.

Menariknya, wanita itu telah bekerja di restoran Li sejak 2016.

Namun, penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa staf restoran tidak mengetahui pernikahan mereka, dan tetangga mengamati bahwa pasangan itu tampaknya tidak menjalin hubungan romantis.

Selama penyelidikan, petugas juga melacak pacar sang suami yang berusia 19 tahun. Hanya setengah bulan kemudian, Li mendatangi seorang pelacur di kamar hotel yang diatur oleh polisi, yang mengawasinya.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa Li telah membeli empat polis asuransi jiwa untuk istrinya hanya dua bulan setelah pernikahan mereka, menunjuk dirinya sebagai satu-satunya penerima manfaat.

Jika istrinya meninggal dalam kecelakaan terkait transportasi, dia akan menerima kompensasi sebesar 12 juta yuan (USD1,6 juta).

Meskipun ada bukti, Li terus mengeklaim tidak bersalah.

Namun, ahli forensik menganalisis rekaman dari kamera pengawas dan menyimpulkan bahwa tubuh korban jatuh dengan cara yang konsisten dengan didorong, bukan jatuh secara tidak sengaja.

Rekaman yang lebih jelas juga memperlihatkan lengan orang lain yang mengenakan pakaian hitam, serupa dengan pakaian Li hari itu.

Li dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan dalam persidangan pertama pada bulan Juli 2022, dan pengadilan yang lebih tinggi menguatkan putusan tersebut setelah dia mengajukan banding.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved