Pasukan Assad Mundur dari Aleppo, Pemberontak Suriah Rayakan Kemenangan

Minggu, 01 Desember 2024 - 06:36 WIB
loading...
Pasukan Assad Mundur...
Pemberontak Suriah rayakan kemenangan setelah pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad mundur dari sebagian besar wilayah Aleppo. Foto/Screengrab video The Australian
A A A
ALEPPO - Presiden Suriah Bashar al-Assad menghadapi tantangan terbesar bagi otoritasnya dalam beberapa tahun terakhir setelah kelompok pemberontak merebut sebagian besar wilayah Aleppo. Mereka membagikan video perayaan ketika berhasil membuat pasukan rezim Assad mundur.

Kelompok pemantau perang Suriah yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), mengatakan bahwa lebih dari 300 orang telah tewas sejak dimulainya serangan yang dilancarkan oleh kelompok milisi pemberontak Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan faksi-faksi sekutunya pada hari Rabu di mana puluhan desa di Aleppo telah direbut.

SOHR mengatakan kepada Newsweek pada Sabtu bahwa kelompok yang menantang pemerintah Assad menguasai mayoritas Aleppo—menjadi pertama kalinya pemberontak mencapai kota itu sejak dipaksa keluar oleh tentara Suriah, yang didukung oleh Rusia dan Iran, setelah pengepungan brutal pada tahun 2016.

Baca Juga: Bashar Al-Assad Terancam Lengser, Pemberontak Kuasai Setengah Wilayah Aleppo

Militer Suriah mengonfirmasi bahwa kelompok pemberontak telah memasuki sebagian besar kota Aleppo dan puluhan tentara tewas atau terluka dalam pertempuran tersebut, sebagaiman dilaporkan Reuters, Minggu (1/12/2024).

Video-video yang diunggah di saluran yang berafiliasi dengan HTS memperlihatkan para milisi pemberontak berpawai di dalam kendaraan di dalam kota. Salah satu video memperlihatkan pasukan HTS mengibarkan bendera Tentara Pembebasan Suriah di atas benteng Aleppo dan menyatakan kemenangan.

Analis konflik, Clement Molin, membagikan video yang di dalamnya dia mengatakan bahwa pemberontak YPG-SDF yang sebagian besar adalah orang Kurdi telah mencapai bandara Aleppo, wilayah Kurdi dan terus bergerak maju ke utara. Bandara Aleppo dan semua jalan menuju kota telah ditutup.

Di samping sebuah video, jurnalis Thomas van Linge mem-posting di X tentang bagaimana bendera rezim diturunkan di kota Inkhil saat orang-orang berunjuk rasa melawan Assad.

Video lainnya memperlihatkan markas polisi yang direbut oleh pemberontak.

Dareen Khalifa, seorang peneliti di lembaga think tank International Crisis Group, mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa serangan pemberontak telah direncanakan selama berbulan-bulan dan telah disajikan sebagai "langkah defensif terhadap eskalasi rezim”, menyusul serangan pasukan pemerintah Suriah dan Rusia di daerah tersebut yang menyebabkan respons serangan pasukan pemberontak.

Militer Suriah mengatakan pasukannya telah ditarik dari Aleppo untuk sementara guna mempersiapkan serangan balasan.

Militer Rusia, yang diandalkan Assad untuk tetap berkuasa, melancarkan serangan udara di beberapa wilayah Aleppo pada Sabtu malam untuk pertama kalinya sejak 2016, menurut laporan BBC.

Pesawat Suriah dan Rusia melancarkan 23 serangan udara di dekat Idlib pada Jumat, yang menewaskan empat warga sipil dan melukai 19 lainnya, menurut SOHR.

Militer Rusia mengatakan telah mengebom "pasukan ekstremis”, menurut media pemerintah Rusia, dengan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan dukungan Moskow untuk segera memulihkan ketertiban bagi sekutunya.

Seorang blogger militer pro-Rusia terkemuka, Osetin, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa di Aleppo mengingat betapa besar bantuan Moskow kepada Assad delapan tahun lalu.

"Berapa banyak orang kita yang tewas di Suriah demi pembebasan dari teroris, sehingga sekarang mereka bisa menyerahkan Aleppo dengan bebas?" kata blogger itu di Telegram dalam sebuah posting yang dibagikan oleh akun X War Translated.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved