Hamas Rilis Video Sandera Israel Menangis dan Memohon Netanyahu Membebaskannya
Minggu, 01 Desember 2024 - 10:36 WIB
loading...
Hamas rilis video yang menampilkan sandera Israel- Amerika Serikat, Edan Alexander, menangis dan memohon untuk dibebaskan. Foto/NDTV
A
A
A
GAZA - Kelompok Hamas merilis sebuah video pada hari Sabtu yang menampilkan seorang sandera Israel- Amerika Serikat (AS), Edan Alexander. Sandera tersebut terlihat menangis dan memohon kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk membebaskannya.
Ditawan Hamas di Gaza sejak serangan dahsyat pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, Alexander juga memohon kepada Presiden terpilih AS Donald Trump untuk melakukan intervensi guna menekan pemerintah AS agar membebaskan para sandera yang lain.
Video itu dirilis sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, namun belum dapat diverifikasi secara independen terkait keaslian atau tanggalnya.
Baca Juga: Eks Menhan Zionis: Tentara Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza
Yael Alexander, ibu Edan, telah berbicara di sebuah pertemuan massa di Tel Aviv pada Sabtu malam.
"Video ini membuat saya sedih, tetapi di balik harapan yang diberikannya, video ini menunjukkan betapa buruknya situasi bagi Edan dan para sandera lainnya dan betapa mereka menangis dan berharap untuk diselamatkan sekarang," katanya, seperti dikutip NDTV, Minggu (1/12/2024).
Ditawan Hamas di Gaza sejak serangan dahsyat pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan, Alexander juga memohon kepada Presiden terpilih AS Donald Trump untuk melakukan intervensi guna menekan pemerintah AS agar membebaskan para sandera yang lain.
Video itu dirilis sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, namun belum dapat diverifikasi secara independen terkait keaslian atau tanggalnya.
Baca Juga: Eks Menhan Zionis: Tentara Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza
Yael Alexander, ibu Edan, telah berbicara di sebuah pertemuan massa di Tel Aviv pada Sabtu malam.
"Video ini membuat saya sedih, tetapi di balik harapan yang diberikannya, video ini menunjukkan betapa buruknya situasi bagi Edan dan para sandera lainnya dan betapa mereka menangis dan berharap untuk diselamatkan sekarang," katanya, seperti dikutip NDTV, Minggu (1/12/2024).
Lihat Juga :