5 Alasan Mohammed bin Salman Ingin Mendekati Iran sebelum Trump Berkuasa
Minggu, 01 Desember 2024 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
"Prioritas utama Pangeran Mohammed adalah rencananya yang bernilai triliunan dolar untuk mendiversifikasi ekonomi kerajaan dari minyak. Agenda tersebut, yang dikenal sebagai Visi 2030, bergantung pada perdamaian serta investasi asing untuk membantu mendanai megaproyek ambisiusnya."
Baca Juga: Gencatan Senjata Terwujud, Hizbullah Deklarasikan Kemenangan
Bloomberg juga menyinggung kekhawatiran pejabat Iran bahwa janji perdagangan dan investasi Saudi berdasarkan apa yang dikenal sebagai Perjanjian Beijing belum terwujud.
"Ini adalah cara yang cukup sederhana dan tidak kontroversial bagi Riyadh untuk menunjukkan komitmennya terhadap dialog baru dengan Teheran," katanya.
Laporan mengatakan komite Saudi-China-Iran yang menindaklanjuti kesepakatan tersebut mengadakan pertemuan kedua di Riyadh pada 19 November, untuk menegaskan kembali komitmen terhadap pakta tersebut.
3. Melindungi Visi 2030
Berbicara pada konferensi investasi tahunan di Riyadh akhir Oktober, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan mandat utamanya adalah untuk melindungi Visi 2030 dan memajukannya lebih jauh.Baca Juga: Gencatan Senjata Terwujud, Hizbullah Deklarasikan Kemenangan
4. Mengurangi Ketegangan
Iran dan Arab Saudi telah menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengurangi ketegangan yang ditengahi oleh China dan untuk lebih mengonsolidasikan hubungan bertetangga selama pertemuan Komite Tripartit Bersama Saudi-China-Iran.Bloomberg juga menyinggung kekhawatiran pejabat Iran bahwa janji perdagangan dan investasi Saudi berdasarkan apa yang dikenal sebagai Perjanjian Beijing belum terwujud.
5. China Adalah Pemain Utamanya
"China, yang merupakan pembeli minyak terbesar dari kedua negara, telah mendesak Riyadh dan Teheran untuk mendukung pemulihan hubungan mereka," kata Dina Esfandiary, penasihat senior untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di International Crisis Group."Ini adalah cara yang cukup sederhana dan tidak kontroversial bagi Riyadh untuk menunjukkan komitmennya terhadap dialog baru dengan Teheran," katanya.
Laporan mengatakan komite Saudi-China-Iran yang menindaklanjuti kesepakatan tersebut mengadakan pertemuan kedua di Riyadh pada 19 November, untuk menegaskan kembali komitmen terhadap pakta tersebut.
Lihat Juga :