Ini 5 Negara yang Buang Limbah Nuklir ke Laut, 2 di Antaranya Terlibat Perang Dingin

Jum'at, 29 November 2024 - 14:17 WIB
loading...
A A A
Salah satu tempat yang terkenal untuk pembuangan ini adalah di sekitar wilayah Bikini Atoll, tempat uji coba senjata nuklir AS pada 1940-an hingga 1950-an.

Pada tahun 1972, Amerika Serikat menandatangani Konvensi London untuk Pembuangan Limbah yang mengatur larangan pembuangan limbah radioaktif ke laut.

Konvensi itu menghentikan AS membuang limbah nuklir ke laut. Selanjutnya, Amerika mengadopsi cara pengelolaan limbah nuklir yang lebih aman dan lebih terkendali, seperti penyimpanan di fasilitas darat.

3. Inggris


Inggris mulai membuang limbah nuklir ke laut pada 1950-an dan melanjutkannya hingga awal 1970-an.

Selama periode tersebut, Inggris membuang limbah radioaktif dari fasilitas nuklirnya ke laut sebagai bagian dari pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh reaktor nuklir dan uji coba senjata nuklir.

Pembuangan limbah nuklir dilakukan di Selat Inggris, Laut Irlandia, serta daerah sekitar Kepulauan Channel dan Laut Utara.

Salah satu tempat utama pembuangan adalah dekat dengan pelabuhan Sellafield, sebuah fasilitas nuklir di pantai barat laut Inggris, yang merupakan pusat pemrosesan bahan bakar nuklir.

Pada 1970-an, semakin banyak tekanan internasional terkait dampak lingkungan dari pembuangan limbah nuklir ke laut, dan Inggris menghentikan praktik tersebut.

Inggris juga menandatangani Konvensi London untuk Pembuangan Limbah pada 1972, yang melarang pembuangan limbah radioaktif ke laut.

4. Prancis


Prancis pernah membuang limbah nuklir ke laut antara 1960-an hingga 1970-an. Pembuangan ini dilakukan oleh perusahaan energi milik negara EDF (Electricité de France) dan oleh fasilitas pengolahan bahan bakar nuklir Prancis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved