Gencatan Senjata di Lebanon, Houthi dan Pejuang Irak Terus Dukung Gaza

Kamis, 28 November 2024 - 21:30 WIB
loading...
Gencatan Senjata di...
Pendukung Houthi gelar aksi bela Palestina di Sanaa, Yaman. Foto/anadolu
A A A
BEIRUT - Kelompok pejuang Houthi Yaman menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung dan berdiri di samping rakyat Gaza dengan semua sumber daya yang tersedia.

Hizam Al-Aswad, anggota biro politik kelompok tersebut, mengatakan kepada Al-Resalah Net, "Kami menegaskan kembali dukungan berkelanjutan kami untuk rakyat Gaza yang teguh menggunakan semua cara yang kami miliki."

"Rakyat Yaman kami yang hebat dan tangguh tidak akan pernah lelah mendukung saudara-saudara kami di Gaza, baik melalui saluran publik, resmi, militer, keuangan, atau media, dan dengan semua metode lain yang tersedia," tegas dia.

Dia menekankan perjanjian yang disepakati Israel dan Lebanon menandai kemenangan yang jelas bagi perlawanan.

Dia menegaskan, "Hizbullah menang dengan margin yang signifikan, seperti yang diungkapkan oleh pemimpin perlawanan dan martir bangsa, Sayyed Hassan Nasrallah. Musuh Zionis dan para pendukungnya telah direndahkan dan dikalahkan.”

“Mereka menyerah hanya setelah Tel Aviv terbakar, dan Haifa, Acre, Nahariya, dan setiap landasan politik, ekonomi, dan benteng keamanan mereka terbakar,” tegas Al-Aswad.

“Segera, musuh akan menyerah di Gaza, takluk di bawah serangan kuat para pejuang perlawanan, para pahlawan jihad, dan poros perlawanan dan dukungan,” ungkap dia.

Sementara itu, gencatan senjata di Lebanon tidak akan menghentikan dukungan perlawanan Irak untuk Gaza, menurut juru bicara Harakat Ansar Allah Al-Awfiya.

Berbicara kepada Al-Resalah Net, Adel Al-Karawi menegaskan poros perlawanan memiliki alat dan metode untuk memperkuat dukungannya terhadap Gaza, memaksa musuh menerima perjanjian yang mengakhiri tragedi yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Dia menjelaskan front dukungan didirikan terutama untuk menghentikan perang yang tidak adil terhadap Gaza dan akan melanjutkan misinya hingga tujuannya tercapai.

Al-Karawi selanjutnya menjelaskan perlawanan Lebanon berhasil mencapai kesepakatan yang mewajibkan negara pendudukan menetapkan batas wilayah dan menarik diri sepenuhnya dari wilayah Lebanon, termasuk wilayah yang diduduki.

Menegaskan kembali pendiriannya, Al-Karawi mencatat negara musuh menderita kerugian besar di Lebanon, yang memaksanya menarik diri dan menerima kesepakatan tersebut.

Dia menyatakan keyakinannya bahwa hasil yang sama akan terjadi di Gaza karena ketahanan dan serangan perlawanan di sana.

Baca juga: Hamas Tegaskan Siap Gencatan Senjata dengan Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved