Putin: Perang Skala Penuh di Timur Tengah Bakal Jadi Malapetaka

Senin, 13 Januari 2020 - 11:16 WIB
Putin: Perang Skala...
Putin: Perang Skala Penuh di Timur Tengah Bakal Jadi Malapetaka
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa perang skala penuh di Timur Tengah yang lebih luas akan menjadi malapetaka global. Dia berharap itu tidak akan terjadi.

"Perang sudah terjadi di sana, intensitasnya rendah, tetapi ini perang," kata Putin. Menurutnya, jika perang skala penuh pecah maka akan terjadi arus migran baru dari Timur Tengah ke Eropa.

Komentar pemimpin Kremlin ini disampaikan di Moskow setelah melakukan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel pekan lalu. "Orang terbunuh. Itu fakta," ujar Putin, seperti dikutip dari Bloomberg, kemarin (12/1/2020). (Baca: Jenderal Soleimani Dibunuh, AS dan Iran di Ambang Perang Besar-besaran )

Putin menanggapi pertanyaan wartawan tentang ketegangan Amerika Serikat dan Iran setelah pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani di Irak dan jatuhnya pesawat penumpang Ukraina di dekat Teheran oleh sebuah rudal yang menurut Iran ditembakkan karena ketidaksengajaan.

"Kami ingin menghindari aksi militer besar," kata Putin. "Jika ini terjadi, itu akan menjadi malapetaka tidak hanya untuk wilayah Timur Tengah tetapi untuk seluruh dunia," paparnya. (Baca juga: Balas Dendam Iran Dimulai, Pangkalan AS di Irak Dibombardir )

Pembicaraan Putin dan Merkel juga mencakup konflik Suriah di mana gencatan senjata baru yang ditengahi oleh Rusia dan Turki mulai berlaku sejak Sabtu tengah malam pekan lalu di benteng terakhir oposisi Suriah di Idlib.

Putin dan Merkel juga mendukung konferensi perdamaian Libya di Berlin yang diselenggarakan oleh utusan khusus PBB untuk Libya, Ghassan Salame. Konferensi akan diselenggarakan dalam beberapa minggu mendatang.

Putin menyebut inisiatif itu tepat waktu dan langkah yang sangat baik ke arah yang benar. "Konferensi itu harus mencakup negara-negara yang memiliki kepentingan nyata dalam mempromosikan penyelesaian perdamaian dan keputusan harus disepakati sebelumnya dengan pihak-pihak Libya, dengan keterlibatan Salame," katanya.

Turki saat ini telah mengirim pasukan untuk mendukung pemerintah Tripoli yang didukung PBB. Ankara menuduh Moskow mendukung tentara bayaran pendukung Jenderal Khalifa Haftar dalam perangnya melawan pemerintah Libya.

Putin menegaskan kembali bantahan Moskow terhadap tuduhan itu."Jika ada orang Rusia di sana, mereka tidak mewakili kepentingan negara Rusia dan tidak menerima uang darinya," katanya.

"Di Libya, sayangnya aksi militer berskala besar terus berlanjut dan aktivitas teroris sedang berkembang," ujar mantan perwira KGB ini, yang ingin menekankan perannya sebagai powerbroker regional.

"Semua ini merusak stabilitas tidak hanya di kawasan itu sendiri tetapi memiliki pengaruh negatif terhadap Eropa," paparnya, mengacu pada penyelundupan narkoba dan senjata.

Dia menekankan perlunya memulai kembali proses politik dengan tujuan akhir mengatasi perpecahan di dalam negeri Libya dan membentuk lembaga negara tunggal.
(mas)
Berita Terkait
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Putin Akui Ukraina Timur...
Putin Akui Ukraina Timur Merdeka, Sikap Timur Tengah Terpecah
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
7 Orang Terdekat Vladimir...
7 Orang Terdekat Vladimir Putin yang Diblokir Amerika Serikat
Putin 2 Kali Lebih Disukai...
Putin 2 Kali Lebih Disukai Dibanding Biden di Timur Tengah dan Afrika
Putin Telepon Presiden...
Putin Telepon Presiden Iran, Perkuat Hubungan dan Kerja Sama
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
14 menit yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
41 menit yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
3 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
4 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
4 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
5 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved