Houthi Sukses Serang Pangkalan Udara Nevatim di Israel dengan Rudal Hipersonik
Minggu, 24 November 2024 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Deretan 124 Negara yang Akan Menangkap PM Netanyahu untuk Diadili ke ICC
Pada awal November, Houthi mengumumkan bahwa mereka menargetkan Pangkalan Udara Nevatim Israel dengan rudal balistik yang sama.
Dalam rangka mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza, Houthi terus menargetkan kepentingan pendudukan di wilayah tersebut. Sementara itu, AS, yang mengumumkan pembentukan koalisi internasional yang dikenal sebagai “Penjaga Kemakmuran” untuk menghadapi serangan Houthi, berupaya menghalangi kelompok tersebut melancarkan operasinya di Laut Merah.
Pada tanggal 14 Maret, pemimpin kelompok Yaman tersebut mengungkapkan niat kelompok tersebut untuk: “Mencegah lewatnya kapal-kapal yang terkait dengan pendudukan Israel untuk menyeberangi Samudra Hindia menuju Afrika Selatan dan Tanjung Harapan.”
AS telah melancarkan beberapa serangan terhadap lokasi-lokasi di Yaman sejak serangan pertama yang dilancarkan oleh Washington bekerja sama dengan London pada tanggal 12 Januari 2024, yang bertujuan untuk menghalangi kelompok Yaman tersebut, yang mengumumkan bahwa kepentingan AS dan Inggris akan menjadi sasarannya.
Pada awal November, Houthi mengumumkan bahwa mereka menargetkan Pangkalan Udara Nevatim Israel dengan rudal balistik yang sama.
Dalam rangka mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza, Houthi terus menargetkan kepentingan pendudukan di wilayah tersebut. Sementara itu, AS, yang mengumumkan pembentukan koalisi internasional yang dikenal sebagai “Penjaga Kemakmuran” untuk menghadapi serangan Houthi, berupaya menghalangi kelompok tersebut melancarkan operasinya di Laut Merah.
Pada tanggal 14 Maret, pemimpin kelompok Yaman tersebut mengungkapkan niat kelompok tersebut untuk: “Mencegah lewatnya kapal-kapal yang terkait dengan pendudukan Israel untuk menyeberangi Samudra Hindia menuju Afrika Selatan dan Tanjung Harapan.”
AS telah melancarkan beberapa serangan terhadap lokasi-lokasi di Yaman sejak serangan pertama yang dilancarkan oleh Washington bekerja sama dengan London pada tanggal 12 Januari 2024, yang bertujuan untuk menghalangi kelompok Yaman tersebut, yang mengumumkan bahwa kepentingan AS dan Inggris akan menjadi sasarannya.
(ahm)
Lihat Juga :