Rusia Ubah Doktrin Nuklir, AS Mengaku Tak Terkejut, Kenapa?
Rabu, 20 November 2024 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Perubahan tersebut mengikuti langkah Washington untuk mengizinkan Ukraina menembakkan rudal jarak jauh AS ke Rusia, yang memperingatkan tentang respons yang "tepat dan nyata".
Pada Selasa pagi, sebuah serangan - yang dipastikan menggunakan rudal jarak jauh AS - menargetkan wilayah Bryansk yang berbatasan dengan Ukraina di utara.
Dengan perubahan tersebut, doktrin tersebut sekarang menyatakan bahwa serangan besar terhadap Rusia dengan rudal konvensional, pesawat tanpa awak, atau pesawat terbang dapat memenuhi kriteria untuk respons nuklir, seperti halnya serangan terhadap Belarus atau ancaman kritis apa pun terhadap kedaulatan Rusia.
Setiap agresi terhadap Rusia oleh negara yang menjadi anggota koalisi juga akan dilihat oleh Moskow sebagai agresi dari seluruh kelompok.
Putin sebelumnya telah mengancam penggunaan senjata nuklir, dan Ukraina telah mengkritiknya sebagai "serangan nuklir" untuk mencegah sekutunya memberikan dukungan lebih lanjut.
Pada Selasa pagi, sebuah serangan - yang dipastikan menggunakan rudal jarak jauh AS - menargetkan wilayah Bryansk yang berbatasan dengan Ukraina di utara.
Dengan perubahan tersebut, doktrin tersebut sekarang menyatakan bahwa serangan besar terhadap Rusia dengan rudal konvensional, pesawat tanpa awak, atau pesawat terbang dapat memenuhi kriteria untuk respons nuklir, seperti halnya serangan terhadap Belarus atau ancaman kritis apa pun terhadap kedaulatan Rusia.
Setiap agresi terhadap Rusia oleh negara yang menjadi anggota koalisi juga akan dilihat oleh Moskow sebagai agresi dari seluruh kelompok.
Putin sebelumnya telah mengancam penggunaan senjata nuklir, dan Ukraina telah mengkritiknya sebagai "serangan nuklir" untuk mencegah sekutunya memberikan dukungan lebih lanjut.
(ahm)
Lihat Juga :