Putin Sahkan Doktrin Nuklir Rusia yang Baru, Ancaman Nyata bagi Barat dan Sekutunya
Rabu, 20 November 2024 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Tujuan Rusia adalah untuk memastikan "calon agresor menyadari pembalasan tidak akan dapat dihindari" jika negara tersebut diserang, menurut doktrin tersebut.
Sekutu militer Rusia akan menikmati perlindungan yang sama.
Dokumen tersebut mencantumkan sepuluh ancaman yang memerlukan tindakan pencegahan, mulai dari persenjataan nuklir yang dimiliki pihak yang bermusuhan, hingga potensi penyebaran senjata pemusnah massal dan sistem pengirimannya yang tidak terkendali.
Ancaman lainnya termasuk penumpukan militer di dekat perbatasan Rusia, pengembangan sistem rudal antibalistik, penyebaran sistem senjata konvensional yang dapat menyerang wilayah Rusia, dan potensi rencana sabotase yang dapat menyebabkan bencana lingkungan berskala besar.
Daftar pemicu pembalasan nuklir kini mencakup informasi intelijen yang dikonfirmasi tentang serangan besar-besaran yang menggunakan pesawat, rudal, dan pesawat nirawak musuh, setelah senjata tersebut melintasi wilayah udara Rusia.
Presiden Rusia tetap menjadi pejabat yang membuat keputusan tentang apakah akan menggunakan persenjataan nuklir negara tersebut.
Sekutu militer Rusia akan menikmati perlindungan yang sama.
Dokumen tersebut mencantumkan sepuluh ancaman yang memerlukan tindakan pencegahan, mulai dari persenjataan nuklir yang dimiliki pihak yang bermusuhan, hingga potensi penyebaran senjata pemusnah massal dan sistem pengirimannya yang tidak terkendali.
Ancaman lainnya termasuk penumpukan militer di dekat perbatasan Rusia, pengembangan sistem rudal antibalistik, penyebaran sistem senjata konvensional yang dapat menyerang wilayah Rusia, dan potensi rencana sabotase yang dapat menyebabkan bencana lingkungan berskala besar.
Daftar pemicu pembalasan nuklir kini mencakup informasi intelijen yang dikonfirmasi tentang serangan besar-besaran yang menggunakan pesawat, rudal, dan pesawat nirawak musuh, setelah senjata tersebut melintasi wilayah udara Rusia.
Presiden Rusia tetap menjadi pejabat yang membuat keputusan tentang apakah akan menggunakan persenjataan nuklir negara tersebut.
Lihat Juga :