Perwira Israel Dipaksa Kabur dari Siprus, Takut Ditangkap atas Kejahatan Perang Gaza

Selasa, 19 November 2024 - 09:51 WIB
loading...
Perwira Israel Dipaksa...
Elisha Livman, perwira militer Israel yang dipaksa pemerintah Zionis melarikan diri dari Siprus saat berwisata. Rezim Zionis takut perwira itu ditangkap atas tuduhan kejahatan perang di Gaza. Foto/Palestine Chronicle
A A A
TEL AVIV - Seorang perwira militer Israel bernama Elisha Livman dipaksa oleh pemerintahnya melarikan diri dari Siprus, tempat dia berwisata bersama istrinya.

Pemerintah Zionis khawatir Livman ditangkap organisasi pro-Palestina atas tuduhan melakukan kejahatan perang di Gaza.

Livman, perwira cadangan di Pasukan Pertahanan Israel (IDF), bergegas meninggalkan Siprus setelah organisasi pro-Palestina Hind Rajab Foundation yang berbasis di Belgia merilis rekaman video yang menunjukkan dia berpartisipasi dalam "operasi kriminal" di Gaza.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Desak Penyelidikan Genosida Israel di Gaza

“Atas saran Kementerian Luar Negeri dan Kehakiman Israel, seorang perwira cadangan yang bertugas di Gaza dipaksa meninggalkan Siprus selama akhir pekan karena kekhawatiran bahwa organisasi pro-Palestina mungkin akan menangkapnya atas tuduhan kejahatan perang," tulis surat kabar Israel Hayom, Senin (18/11/2024).

Media Zionis lainnya, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa Livman kerap mengunggah video di media sosial.

"Selama bertugas di Gaza, perwira tersebut mengunggah beberapa video dirinya ke media sosial," tulis Yedioth Ahronoth, seraya menambahkan bahwa Livman juga mengumumkan bahwa dia bepergian ke Siprus bersama istrinya.

"Hal ini mendorong organisasi pro-Palestina untuk mengambil tindakan," imbuh laporan tersebut.

Dalam satu klip provokatif yang dia unggah di media sosial, Livman terdengar mengatakan: "Kami tidak akan berhenti sampai kami membakar seluruh Gaza."

Menurut laporan media-media Zionis, Livman menerima panggilan darurat dari Kementerian Luar Negeri Israel, yang telah berkoordinasi dengan Kementerian Kehakiman—yang memaksanya meninggalkan Siprus.

"Kementerian Luar Negeri, berkoordinasi dengan Kementerian Kehakiman dan Kedutaan Besar Israel di Siprus, menghubungi perwira tersebut untuk memperingatkannya tentang meningkatnya risiko," imbh laporan Yedioth Ahronoth.

“Hind Rajab Foundation kemudian mengunggah sebuah tweet yang menyatakan bahwa otoritas Siprus telah resmi membuka penyelidikan dan menyerahkannya kepada tim hukum mereka,” imbuh laporan surat kabar tersebut.

Hind Rajab Foundation menyatakan di situs webnya bahwa pengaduannya terhadap Livman mencakup bukti bahwa dia membakar properti sipil di Gaza, menunjuk ke rumah-rumah yang hancur, dan membahas pemindahan paksa warga Palestina sambil mempromosikan kegiatan permukiman ilegal Zionis.

Yayasan tersebut juga menyoroti aktivitas media sosial Livman selama kunjungannya ke Siprus, di mana dia diduga menghasut kekerasan terhadap sebuah restoran Lebanon.

Hind Rajab Foundation telah mengajukan pengaduan terhadap 1.000 tentara Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), menuduh mereka melakukan genosida di Gaza serta kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Israel yang saat ini sedang diadili di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina, telah melancarkan perang yang menghancurkan di Gaza sejak 7 Oktober.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 43.922 warga Palestina telah tewas, dan 103.898 lainnya terluka dalam genosida yang sedang berlangsung di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved