Jerman Tiba-tiba Ancam China, Ada Apa?
Selasa, 19 November 2024 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Bulan lalu, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada dua perusahaan China yang memproduksi mesin dan suku cadang pesawat nirawak, dengan klaim bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mengirimkan produk mereka ke Rusia, yang memungkinkan militernya menyerang Ukraina dengan kendaraan udara nirawak jarak jauh.
Pada bulan September, AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas dugaan pasokan rudal balistik dan UAV oleh Teheran ke Moskow.
AS juga menuduh Korea Utara memasok peluru artileri dan baru-baru ini mengirim pasukan untuk membantu Rusia.
Militer Ukraina hampir sepenuhnya bergantung pada bantuan asing, sementara pemerintah Kyiv bergantung pada pendanaan internasional untuk menjaga agar lembaga tetap beroperasi dan karyawan tetap terbayar.
Sejak Februari 2022, AS telah mengalokasikan USD182,99 miliar untuk Ukraina, menurut data Pentagon, yang mana USD86,7 miliar telah dicairkan.
Negara-negara Eropa, termasuk Inggris, telah menyumbang sekitar USD127 miliar ke Ukraina selama periode yang sama, menurut data dari Institut Kiel Jerman untuk Ekonomi Dunia.
Pada bulan September, AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas dugaan pasokan rudal balistik dan UAV oleh Teheran ke Moskow.
AS juga menuduh Korea Utara memasok peluru artileri dan baru-baru ini mengirim pasukan untuk membantu Rusia.
Militer Ukraina hampir sepenuhnya bergantung pada bantuan asing, sementara pemerintah Kyiv bergantung pada pendanaan internasional untuk menjaga agar lembaga tetap beroperasi dan karyawan tetap terbayar.
Sejak Februari 2022, AS telah mengalokasikan USD182,99 miliar untuk Ukraina, menurut data Pentagon, yang mana USD86,7 miliar telah dicairkan.
Negara-negara Eropa, termasuk Inggris, telah menyumbang sekitar USD127 miliar ke Ukraina selama periode yang sama, menurut data dari Institut Kiel Jerman untuk Ekonomi Dunia.
(mas)
Lihat Juga :