10.000 Warga Israel Pindah ke Kanada sejak Awal Tahun 2024

Jum'at, 15 November 2024 - 19:27 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, koalisi kelompok hak hukum Kanada telah meluncurkan gugatan penting terhadap pemerintah federal, menuduhnya gagal mencegah genosida di Gaza dan melanggar kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida 1948.

Koalisi Akuntabilitas Kanada di Gaza, yang mencakup Pusat Hukum untuk Palestina (LCP), Pusat Keadilan Internasional untuk Palestina (ICJP) dan advokat hukum lainnya, menuduh Ottawa telah gagal memenuhi kewajiban hukumnya untuk mencegah genosida dan telah melanggar hak-hak penggugat berdasarkan Piagam Hak dan Kebebasan Kanada.

Tindakan hukum tersebut telah diajukan di Pengadilan Tinggi Ontario atas nama dua warga Palestina-Kanada yang telah menderita kerugian besar di Gaza selama serangan Israel selama setahun terhadap penduduk sipil.

Kasus ini berpusat pada dua penggugat: Hany el Batnigi, yang terjebak di Gaza selama pemboman awal pada bulan Oktober dan kehilangan banyak anggota keluarga akibat serangan Israel, dan Tamer Jarada, yang keluarganya menderita kerugian besar ketika gedung apartemen mereka di Kota Gaza dihancurkan oleh serangan udara Israel, menewaskan ayah, saudara perempuan, paman, bibi, keponakan, dan banyak anggota keluarga besarnya.

Gugatan tersebut secara khusus menantang ekspor militer Kanada yang berkelanjutan ke Israel dan kegagalannya untuk menggunakan pengaruhnya terhadap tindakan Israel.

Pengajuan tersebut menyatakan pemerintah telah lalai menggunakan alat yang tersedia, termasuk sanksi terhadap para pemimpin Israel, mencegah warga negara Kanada untuk bertugas di militer Israel, dan membatasi dukungan badan amal Kanada untuk tindakan ilegal di Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved