Pernah Diterobos Rudal Antarbenua China, Palau Minta Sistem Rudal Patriot AS

Kamis, 14 November 2024 - 14:52 WIB
loading...
Pernah Diterobos Rudal...
Palau minta sistem pertahanan rudal Patriot AS setelah wilayah udaranya diterobos rudal balistik antarbenua China. Foto/Army Technology
A A A
NGERULMUD - Palau ingin meminta Amerika Serikat (AS) menyediakan sistem pertahanan rudal Patriot untuk melindungi negara kepulauan Pasifik tersebut.

Musababnya, wilayah udara negara itu pernah diterobos rudal balistik antarbenua (ICBM) China yang diuji tembak September lalu.

Presiden Palau yang terpilih kembali, Surangel Whipps, mengemukakan minatnya pada sistem pertahanan rudal Patriot Amerika. Menurutnya, ICBM China telah menjadi ancaman langsung bagi Palau.

Baca Juga: Langka, Sekutu China Kritik Tembakan Rudal Antarbenua Beijing ke Pasifik

Berdasarkan Compact of Free Association, sebuah perjanjian yang mengizinkan pendanaan dan akses militer AS ke Palau, Whipps (56) mengatakan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab untuk membela negara yang hanya berpenduduk sekitar 18.000 jiwa tersebut.

"Kami juga memiliki kewenangan untuk meminta (dukungan pertahanan) tambahan jika kami merasa ada ancaman," kata Whipps kepada Kyodo News, yang dilansir Kamis (14/11/2024).

Whipps yakin bahwa dia dan Presiden terpilih AS Donald Trump "sangat sepakat" mengenai keamanan.

Menurutnya, Amerika Serikat akan memasang radar pertahanan di negara bagian Angaur dan Ngaraard di Palau, dan memperluas pelabuhan laut di Koror.

Bersama 11 negara lainnya, Whipps mengatakan Palau harus mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taiwan, yang dianggap oleh China sebagai provinsi pembangkang.

"Karena hubungan ini dibangun atas dasar saling menghormati, supremasi hukum, dan demokrasi serta kebebasan yang merupakan sesuatu yang harus kita semua promosikan," paparnya.

Dia menuduh China "mempersenjatai pariwisata" ketika mengeluarkan peringatan perjalanan untuk Palau pada bulan Juni yang mencegah wisatawan China mengunjungi negara kepulauan Pasifik tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved